'Jangan sampai perbedaan dipertajam untuk lakukan tindakan teror'
Merdeka.com - Aksi turun ke jalan akan kembali mewarnai ibu kota pada 2 Desember nanti. Situasi ini tetap harus diwaspadai jangan sampai ada 'penumpang gelap' memanfaatkan keadaan untuk memecah belah bangsa.
Di tengah kondisi ini masyarakat diingatkan mempererat toleransi antaragama dan jangan mau diadu domba. Sebagai bangsa majemuk di bawah kekuatan Bhinneka Tunggal Ika keutuhan NKRI harus terus dijaga.
"Jangan sampai perbedaan dipertajam untuk melemparkan kebencian atau melakukan tindakan teror atau hal-hal menyakiti orang lain. Itu jelas tidak bisa dibenarkan dan harus dilawan dan dihilangkan," kata Ketua Umum Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Ahmad Satori Ismail, Rabu (23/11).
Dia mengatakan bahwa perbedaan adalah hal alami di Indonesia. Terpenting adalah bagaimana perbedaan itu masyarakat bisa saling menghormati serta memperkokoh persatuan.
"Umat Islam sebagai mayoritas harus terus memperkokoh persatuan dan bisa bersikap toleran dengan kelompok lainnya. Demikian juga kelompok lain berusaha toleran terhadap kelompok Islam," tuturnya.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah ini mengingatkan umat Islam tidak terpancing dengan isu-isu tidak jelas bermunculan di media sosial. "Aksi-aksi seperti itu sangat rentan ditunggangi kelompok radikalisme ingin merusak Indonesia," terangnya.
Ahmad juga mengajak para ulama untuk berperan aktif membantu pemerintah menyebarkan kedamaian demi persatuan NKRI. Selama ini, Ahmad mengaku telah mengawali dengan mengirim one day one hadits di WhatsApp (WA).
Dia mendukung penuh penyebaran hal-hal seperti ini melalui medsos sehingga pemikiran terorisme bisa terkikis. Dia juga mengajak para ulama berusaha menjaga negara tetap utuh dengan menyebarkan kebaikan dan pemahaman bahwa agama Islam itu indah dan damai.
"Langkah itu pasti akan lebih bagus untuk mengimbangi dan membendung propaganda radikalisme dan terorisme di dunia maya," tandasnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya