Keluarga Dodi Junaedi, kepala seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pangkalpinang, berharap bisa segera ditemukan.
Pihak keluarga, Muhamad Sidik ayah Dodi, mengaku sangat terpukul atas musibah yang menimpa putranya itu.
Muhamad Sidik Ayah korban mengatakan, putranya baru bertugas di Pangkalpinang, setelah sebelumnya tugas di Kejaksaan Bengkulu.
"Iya dia baru 7 bulan di Pangkal Pinang, setiap minggu atau dua minggu sekali memang pasti pulang menengok anak istrinya di Rempoa," ucap Sidik, di rumah jaksa Dodi Junaedi di Jalan H Sidup nomor 48, Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Selasa (30/10)
Sidik mengaku tak mendapat firasat khusus atas insiden kecelakaan yang dialami putranya.
"Saya enggak ada firasat apa-apa, karena dia sudah biasa untuk pergi ke Pangkalpinang di Senin pagi," kata Muhamad Sidik.
Keluarga lanjut Sidik menerima dengan sabar dan ikhlas, jika nanti buah hatinya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
"Kalau meninggal kami orang tua ingin bisa segera cepat ditemukan agar bisa kami segera urus pemakamannya," kata dia.
Tika Suhartika, rekan se-profesi Dodi Junaedi mengenal, sosok rekannya itu sebagai pribadi ramah, berjiwa penolong dan akrab dengan semua orang.
"Di mata teman-teman sekelas, beliau baik, ramah, jiwa penolongnya luar biasa," kata Tika Suhartika rekan Jaksa yang pernah menjalani pendidikan bersama Dodi.
Terkakhir, Tika yang merupakan rekan dalam masa pendidikan jaksa dengan korban, berkomunikasi saat Dodi menginisiasi penggalangan dana untuk korban gempa dan tsunami di Palu.
"Kemarin beliau ajak kita untuk peduli Palu, beliau memberikan ide sekaligus masukan dan penggerak," katanya.