Isak tangis iringi pemakaman sekeluarga yang dibunuh di Medan

Isak tangis iringi pemakaman sekeluarga yang dibunuh di Medan. Kerabat dan tetangga korban silih berganti datang melayat korban. Isak tangis pelayat pecah saat mengiringi pemakaman korban. Dua siswa SMP yang merupakan teman sekolah Naya, tampak menangis tersedu menjelang pemakaman. Keduanya bahkan sempat pingsan.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Isak tangis iringi pemakaman sekeluarga yang dibunuh di Medan
Pemakaman sekeluarga dibunuh di Medan. ©2017 Merdeka.com

Seluruh jenazah korban pembunuhan satu keluarga di Pasas I Gang Tengah, Mabar, Medan, Sumut, Minggu (9/4), telah dimakamkan, Senin (10/4). Sementara balita yang selamat dari pembantaian itu masih dalam perawatan intensif dan pengamanan di RS Bhayangkara Medan.

Jenazah Riyanto (40) dan istrinya Sri Ariyani (40), mertuanya Sumarni (60), putrinya Naya (13) dan putranya Gilang (8) dimakamkan di perkuburan muslim Jalan Kawat VII Gang Wakaf. Pemakaman dilakukan setelah jenazah disalatkan di rumah ayah Riyanto, Jalan Kayu Putih, Medan.

Kerabat dan tetangga korban silih berganti datang melayat korban. Isak tangis pelayat pecah saat mengiringi pemakaman korban. Dua siswa SMP yang merupakan teman sekolah Naya, tampak menangis tersedu menjelang pemakaman. Keduanya bahkan sempat pingsan.

"Dia orangnya pendiam dan baik, jadi kami kehilangan kehilangan sekali," kata salah seorang temannya yang lain.

Tetangga juga terisak dan tidak menyangka peristiwa sadis itu terjadi pada keluarga korban. "Kami tidak menyangka mereka meninggal dengan cara seperti ini," kata Marni, tetangga korban.

Seperti diberitakan, Riyanto, Sri Ariyani, Sumarni, Naya dan Gilang ditemukan tewas di rumah mereka di Pasar I Mabar, Minggu (9/4) pagi. Sementara seorang balita putri pasangan Riyanto dan Sri Ariyani, Kinara (4), masih kritis dan masih dirawat di RS Bhayangkara Medan.

Pembunuhan ini masih diselidiki polisi. Tiga tim dibentuk untuk mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya.

Rekomendasi