Ini tips untuk menjadi buzzer yang baik

Dalam satu kali kicauan, para buzzer bisa meraih keuntungan ratusan hingga jutaan rupiah.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Ini tips untuk menjadi buzzer yang baik
Facebook - Twitter. ©2013 Merdeka.com

Fenomena buzzer bukan suatu hal yang baru di media sosial, bahkan buzzer sendiri sudah dijadikan suatu profesi yang menjanjikan bagi para pengguna media sosial, khususnya Twitter.Dalam media sosial, buzzer adalah orang-orang yang menyampaikan pesan untuk mengiklankan suatu produk tertentu kepada masyarakat melalui media sosial.Dalam satu kali kicauan, para buzzer bisa meraih keuntungan ratusan hingga jutaan rupiah. Dengan cara yang kreatif, seorang Buzzer bisa men-tweet berbagai hal agar disukai para pembaca atau follower-nya.Salah seorang buzzer, Citra Natasya mengaku telah dipercaya oleh lebih dari 10 brand untuk memasarkan produknya. Melalui akun Twitter-nya @CitraNatasya yang sudah diikuti sebanyak 19 ribu followers ini, Citra bisa memperoleh lebih dari Rp 1 juta dalam satu kali tweet.Bagi Citra, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjadi seorang buzzer. Tentunya, cara-cara ini hanya bisa dilakukan dalam situasi tertentu saja. Pertama, seorang buzzer harus memiliki follower yang banyak. Namun jangan sampai menggunakan jasa pembelian followers yang sudah banyak tersedia di media sosial."Tips kedua, jaga konten dari postingan kita dan usahakan jangan sampai nyampah atau nge-spam," ujar Citra ketika dihubungi, Jumat (10/4).Isi postingan harus tetap mencerminkan ciri khas dari seorang buzzer, karena biasanya para brand memilih seorang buzzer karena memiliki karakteristik dan range usia follower yang sama. Selain itu, tweet jangan terus menerus di-posting agar tidak mengganggu para follower yang jadi target dari iklan.Tips ketiga, para buzzer harus memiliki kemampuan membangun pembicaraan atau percakapan, sehingga bisa membuat sebuah topik jadi sebuah pembicaraan bukan saja di dunia online tapi juga di kehidupan sehari-hari. Terakhir, lanjut Citra, seorang buzzer harus berhasil menciptakan kesan yang baik agar para follower bisa tertarik dengan iklan yang dipasarkan."Brand akan lihat dari impression atau jumlah organik yg diciptakan dalam satu tweet. Jadi bukan soal banyaknya followers, tapi yang mana yang bisa mengundang banyak perhatian," tutup wanita kelahiran Jakarta, 16 Juli 1990 tersebut.

Rekomendasi