Ini tampang pelaku pembunuhan mayat di Terminal Kampung Rambutan

Kini Badrun telah ditangkap tim Jatanras Polda Metro Jaya pada Selasa (14/11) malam. Motif pembunuhan ini ditengarai persoalan asmara sesama jenis atau homo seksual.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Ini tampang pelaku pembunuhan mayat di Terminal Kampung Rambutan
Badrun. ©2017 Merdeka.com

Imam Maulana, pemuda asal Kemranjen, Banyumas, Jawa Tengah ditemukan tewas bersimbah darah di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Rabu (15/11) kemarin. Ia dihabisi oleh Badrun, pria kelahiran Cilacap 7 Maret 1974 silam. Keduanya diketahui merupakan pasangan sejenis.Badrun nekat menghabisi nyawa Imam lantaran terbakar api cemburu. Ia tidak terima korban menjalin hubungan dengan wanita lain."Motif pelaku rasa cemburu dengan korban karena perselingkuhan antara korban dengan kakak sepupu korban," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.Sebelum pembunuhan terjadi, Badrun dan Imam sempat cekcok karena korban yang datang dalam keadaan mabuk meminta uang. "Pada hari Minggu (12/11) pukul 24.00 WIB,korban pulang ke Clean House Laundry Citra Grand Cibubur Bekasi dalam keadaan mabuk. Minta uang ke pelaku hingga cekcok mulut dan pelaku tendang korban hingga jatuh dan meninggal dunia. Korban dibungkus dengan plastik dan karpet. Selanjutnya korban dibawa dengan taksi online ke Terminal Kampung Rambutan," tegasnya.Kini Badrun telah ditangkap tim Jatanras Polda Metro Jaya pada Selasa (14/11) malam. Motif pembunuhan ini ditengarai persoalan asmara sesama jenis atau homo seksual. Merdeka.com menelusuri informasi terkait pelaku Badrun. Melalui akun facebook yang diduga miliknya, Badrun kerap mengunggah foto dirinya. Kepada penyidik, pelaku mengakui rasa cemburunya muncul saat mengetahui korban mempunyai pacar gelap seorang perempuan asal Bandung.

"Tersangka marah karena pacarnya punya pacar lain sehingga tersangka membunuh korban. Hasil pemeriksaan ini yang baru disampaikan," kata Argo.Pelaku dan korban merupakan rekan kerja. Mereka bekerja di tempat usaha laundry. Pelaku sebenarnya berasal dari Cilacap, Jawa Tengah, bukan Surabaya sebagaimana informasi awal yang beredar. "Saat awal infonya dia dari Surabaya, ternyata setelah ditangkap dia berasal dari Cilacap," sebutnya.Jenazah Imam Maulana saat ini berada di RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan otopsi. Imam Maulana merupakan warga Banyumas, Jawa Tengah.

Rekomendasi