Harga daging tak kunjung turun, pedagang di Pasar Senen ancam demo

Para pedagang tidak bisa beralih menjual daging lokal, karena persediaannya yang terbatas.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Harga daging tak kunjung turun, pedagang di Pasar Senen ancam demo
pedagang daging sapi mogok berjualan. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Naiknya harga daging sapi saat ini membuat para pedagang daging memilih untuk mogok berjualan. Seperti yang dilakukan pedagang daging di Pasar Senen, Jakarta Pusat yang merasa rugi karena kenaikan harga tersebut.Harun Rasyid, salah satu pedagang daging di Pasar Senen mengatakan aksi mogok dagang sejak hari Minggu (9/8) lalu. Aksi ini bukan hanya dilakukan di Jakarta, namun di seluruh Jabodetabek."Aksi ini dari hari Minggu. Semua pedagang daging yang ada di daerah Jabodetabek. Insya Allah sampai ke Bandung karena harga naiknya itu Bandung duluan daripada Jakarta," kata Harun di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (11/8).Dia mengatakan kenaikan harga daging impor mencapai Rp 20 ribu per kg adalah permainan dari pemasok daging itu sendiri. Sebab, menurutnya peraturan tersebut diberlakukan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu kepada para pedagang.Sayangnya, para pedagang tidak bisa beralih untuk menggunakan daging lokal, karena persediaannya yang terbatas. Sehingga Harun menganggap kasus ini hanya mengkambing-hitamkan pedagang."Ini masalahnya ada di pemasok daging. Mereka sendiri menekan harga sapi semena-mena tanpa ada kompromi dengan pihak APPHI, kepada pedagang. Giliran kami demo baru mereka ngasih alasan," imbuhnya.Harun mengakui bahwa aksi ini memang membuat dirinya tidak mendapat pemasukan sama sekali. Namun, dia tetap berjuang agar pemerintah bisa memberikan solusi untuk menangani masalah ini.Salah satunya dengan menyeimbangkan antara persediaan sapi lokal dengan sapi impor. Sehingga ketika sapi impor tidak ada, maka para pedagang bisa beralih ke sapi lokal."Kami berharap pemerintah bisa mengondisikan keadaan yang lagi semrawut. Semoga bisa kembali seperti dulu, di mana ada yang namanya sapi bulog. Mudah-mudahan pemerintah bisa menanggapi aspirasi kami karena kepada siapa lagi kami bernaung kalau bukan kepada pemerintah, dalam hal ini Bapak Jokowi," pungkasnya.Aksi mogok ini akan berlangsung hingga tanggal 12 Agustus besoki. Namun, jika esok pemerintah tidak mau menurunkan harga daging sapi, maka para pedagang terpaksa akan turun ke jalan untuk menggelar demonstrasi.

Rekomendasi