Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyalurkan air bersih di Desa Kasegeran Kecamatan Cilongok Banyumas Jawa Tengah, Jumat (10/10). Dalam kesempatan itu, Ganjar mengisi sejumlah ember dan drum yang sudah diletakkan di Kantor Desa Kasegeran.Warga terlihat antusias saat menyaksikan Ganjar mengisi sejumlah ember dan drum. Warga Desa Kasegeran, Abas Sakimi (60) mengatakan penduduk desa setiap tahunnya alami kekeringan. Selama ini, warga hanya bisa mengandalkan air pasokan dari pemerintah. "Biasanya air pasokan ini untuk kebutuhan air minum dan rumah tangga lainnya," ucapnya.Abas mengemukakan, ada sekitar 1.200 keluarga yang mengalami kekeringan tiap tahun di desa tersebut. Hingga saat ini, dia bersama warga lainnya masih menunggu terobosan pemerintah untuk membuat sumur bor. "Ini baru saja pemerintah akan membuat sumur bor yang katanya bisa memenuhi kebutuhan air bersih untuk warga desa," ucapnya.Sementara itu, warga lainnya, Yuni (33) mengaku setiap hari harus menempuh jarak sekitar tiga kilometer untuk mendapatkan air bersih. "Biasanya kami mengandalkan belik yang masih mengalir airnya. Kami juga sering rebutan air bersih kalau pasokan air datang dari pemerintah," ucapnya.Tak hanya itu, warga juga harus membeli air dari desa tetangga, Sudimara. Warga harus merogoh uang sebesar Rp 2 ribu untuk setiap drum yang didapat. "Kalau untuk kebutuhan sehari-hari, kira-kira butuh sekitar lima drum. Jadinya warga harus mengeluarkan uang Rp 10 ribu setiap hari untuk beli air bersih," ujar, Kasdik (56) warga lainnya.Sementara itu, Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Suyanto mengemukakan saat ini pihaknya sudah menyalurkan 11 desa yang meminta air bersih dari 38 desa yang rawan kekeringan di Banyumas. "Sebelas desa tersebut sudah mengirimkan surat permohonan air bersih untuk disalurkan," ucapnya.Lebih jauh, ia mengaku pihaknya mengalami kesulitan karena truk tangki yang tersedia untuk penyaluran air bersih hanya ada satu truk dengan kapasitas 4 ribu liter. "Untuk memenuhi pasokan air, kami terpaksa menyewa dua truk agar bisa berjalan bersama-sama," ucapnya.
Gubernur Jawa Tengah salurkan air bersih di Banyumas
Abas mengemukakan, ada sekitar 1.200 keluarga yang mengalami kekeringan tiap tahun di desa tersebut.
Rekomendasi