Gencarkan Pesan Toleransi di Kalangan Generasi Muda, Jangan Mudah Dipecah Belah
Merdeka.com - Budaya di masyarakat dibentuk dalam situasi menghormati perbedaan karena beragamnya etnik, bahasa, budaya maupun agama. Saat ini penting disampaikan pesan-pesan mengajarkan nilai kebangsaan serta persatuan.
"Ini yang membuat nenek moyang kita memahami, menyadari pentingnya mempertahankan, menghormati perbedaan-perbedaan itu," ujar Guru Besar Ilmu Tafsir Alquran UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jajang A. Rohmana, Minggu (21/5).
Jajang meyakini bahwa pemahaman moderat jauh lebih mudah diterima oleh masyarakat Indonesia yang majemuk. Sehingga konten yang mengajarkan toleransi dan kedamaian sangat relevan dengan karakter anak bangsa.
"Di Indonesia dengan kultur majemuknya sudah sangat mendarah daging, pemahaman akan perbedaan-perbedaan, toleransi menjadi bagian penting," katanya.
Menurutnya, keselarasan antara nilai agama dan budaya bangsa harus terus dijaga. Terutama untuk mengajak generasi muda memperkuat kecintaannya pada negara.
"Dari sisi pemikiran, melalui penanaman kesadaran bagi bahwa nilai-nilai ke-Islaman dan nilai-nilai kebangsaan itu sesuatu yang tidak kontradiktif," tegas Rektor Universitas Persatuan Islam (Unipi) ini.
Jajang berharap tokoh menjadi panutan masyarakat memiliki peran dan tanggung jawab dalam menyampaikan pesan berisi kesejukan. Hal ini penting agar generasi muda tidak mudah terprovokasi.
"Bagaimanapun pesan yang disampaikan di era digital ini akan disorot dan mudah ditiru oleh masyarakat," tandasnya. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya