Ganjar: Kuota Vaksin di Jateng 421.000 Dosis, Prioritas untuk Nakes

Provinsi Jawa Tengah akan mendapatkan kuota sekitar 421.000 dosis, setelah pemerintah Indonesia mendapat kiriman vaksin Covid-19 dari China dengan dosis 1,2 juta. Rencananya kuota vaksin diprioritaskan pada tenaga kesehatan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ganjar: Kuota Vaksin di Jateng 421.000 Dosis, Prioritas untuk Nakes
Pertemuan Jenderal Andika dengan Ganjar Pranowo. ©YouTube/TNI AD

Provinsi Jawa Tengah akan mendapatkan kuota sekitar 421.000 dosis, setelah pemerintah Indonesia mendapat kiriman vaksin Covid-19 dari China dengan dosis 1,2 juta. Rencananya kuota vaksin diprioritaskan pada tenaga kesehatan.

"Rencana kita dapat 421.000 dosis. Itu prioritasnya untuk tenaga kesehatan dulu. Yang lain sabar ya," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat ditemui usai memimpin rapat koordinasi Covid-19 di kantornya, Senin (7/12).

Saat ini, dia telah menyiapkan pelatihan terkait vaksinasi itu. Pihaknya juga sedang menata cara antrean agar masyarakat bisa memahami prosedurnya.

"Untuk yang datang ini, memang masih kecil. Tapi masih ada sumber lain selain dari Tiongkok itu. Maka masyarakat tidak cemas, kita akan siapkan untuk tata cara antreannya," jelasnya.

Meski vaksin sudah tersedia, Ganjar mewanti-wanti masyarakat untuk tidak lengah. Masyarakat tidak boleh terlalu senang karena vaksin Covid-19 telah ditemukan, kemudian abai pada protokol kesehatan.

"Jangan sepelekan sudah ada vaksin maka kita lengah tidak perlu pakai masker dan sebagainya. Jangan, tetap kita harus disiplin soal protokol kesehatan itu," jelasnya.

Dari hasil survei sejumlah lembaga tentang ketaatan menjaga protokol kesehatan, tingkat kedisiplinan masyarakat Indonesia melakukan 3 M terus menurun. Tentu kondisi itu sangat berbahaya sehingga dirinya meminta agar diketatkan.

"Maka saya mengimbau untuk diketatkan lagi. Hotel-hotel, tempat pariwisata, sekolah diketatkan. Jam malam diperketat lagi, pembatasan pada masyarakat juga harus ditingkatkan untuk menjaga itu. Saya minta kesadaran masyarakat agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo membenarkan adanya penurunan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan. Hal itu dimungkinkan karena masyarakat sudah bosan dengan kondisi-kondisi ini.

"Tidak hanya di Jateng bahkan seluruh Indonesia dan di dunia dapat vaksin," kata Yulianto Prabowo.

Dari data yang ada, tingkat kepatuhan masyarakat di Indonesia untuk memakai masker sebelum libur panjang lalu sebesar 89% dan tingkat kepatuhan untuk menjaga jarak sebesar 77,82%. Namun setelah libur panjang lalu, terjadi penurunan sekitar 20% dari jumlah itu.

"Setelah libur panjang, tingkat kepatuhan masyarakat memakai masker hanya di angka 59,31% dan menjaga jarak di angka 43,65%. Ini harus diantisipasi dengan menggiatkan lagi sosialisasi, edukasi pada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat," kata Yulianto Prabowo.

Rekomendasi