Foto Romo Aloys Purnomo peluk & cium tangan Gus Mus bikin haru

Kedua tokoh beda agama ini menunjukkan indahnya persaudaraan.

Ramadhian Fadillah
Oleh Ramadhian Fadillah - Reporter
Foto Romo Aloys Purnomo peluk & cium tangan Gus Mus bikin haru
Foto Romo Aloys Purnomo peluk & cium tangan Gus Mus bikin haru

Penyair Nuh Timur Suprabana membagikan empat buah foto di akun facebook miliknya yang membuat banyak orang tersenyum haru. Ada foto Romo Aloys Purnomo dari Keuskupan Semarang dan sesepuh Nahdlatul Ulama Kiai Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus.Keduanya berpelukan dengan sangat hangat. Di foto terakhir Romo Aloys bahkan mencium tangan Gus Mus dengan takzim. Hal ini menunjukkan indahnya persatuan tanpa membedakan agama."Kerendahan hati romo Aloys Purnomo dan kemesraan piyantun Sepuh yang Indah itu, eyang kakung Ahmad Mustofa Bisri, bukan dan tidak sekadar kembang-kembang panggung belaka... namun memang begitulah Mereka tiap kali Sua... di manapun," kata Nuh Timur di akun Facebooknya, Senin (31/8).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Yang tak kalah bikin haru adalah bagaimana tanggapan dari Romo Aloys menceritakan kekagumannya pada Gus Mus. Lewat akun facebooknya, Romo Aloys berpuisi.

Kangmas Nuh Timur Suprabana

yang kukasihi Selaluterima kasih

atas kesaksian Panjenengan

meski sesungguhnya

aku tak layak menerimanya

oleh sebab karenaku hanyalah

seorang hamba

yang penuh salah, cela dan dosadan perjumpaanku

dengan Piyantun Sempuh

Simbah Kakung KH Mustofa Bisri (Gus Mus) maupun yang Lainnya

(Habib Lutfi di Pekalongan

KH Mahfudz Ridwan di Salatiga

Buya Syafiii Maarif di Yogya

Ibunda Shinta Nuriyah Wahid

di mana aja termasuk pula

Bante Sri Pannyavaro Mahatera

demikian juga setiap kali

perjumpaanku dengan

Mgr. Johannes Pujasumarta

(dan semua Uskup lainnya

di mana pun berada)...... selalulah kucium Tangan Mereka sebagai tanda Cinta penuh Hormatbahkan perjumpaanku

dengan Gus Mus

selalu seperti magnet Cinta

yang menarikku

untuk penuh Hormat

dalam Peluk cium Damai-sejahtera

dan kurasakan diriku

tak lebih setetes air di Samodera

setitik debu di Sahara

sesobek daun di Hutan rimbun

tapi semoga bukan setitik nila

perusak Susu sebelanga

di pancaran berkah Keindahannyadan Semua itu adalah Harapan... sebagai tanda Syukur atas

Perjumpaan itu seraya berdoa

semoga Berkatnya melimpah

padaku dan Semua

dan kubelajar pula Rendah hati

seperti Mereka...dan pada Saat itulah

kurasakan Damai-sejahtera

meresap di jiwa hati dan hidupku

semoga mengalir

bagi Siapa dan apa saja

di sekitarku...... begitulah!

kubelajar dan terus Belajar

bersikap Rendah Hati

dan Bahagia ...

Rekomendasi