Untuk pertama kalinya distribusi raskin tahun 2015 di Kabupaten Kediri, Jawa Timur mulai dilaksanakan hari ini. Sejumlah Rumah Tangga Sasaran Miskin (RTSM) datang ke balai desa untuk menerimanya. Tetapi penyaluran raskin ini menurut warga belum mampu menurunkan tingginya harga beras di pasaran.Kedatangan raskin dari Perum Bulog langsung diserbu oleh masyarakat miskin. Distribusi beras miskin atau raskin tahun 2015 di Kabupaten Kediri mulai digelar serentak.Seperti di balai Desa Banjarejo Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri ini. Penerima raskin mengambil beras jatah untuk mereka. Masyarakat miskin mengaku senang karena bisa mengurangi beban kebutuhan sehari-hari."Penyaluran raskin kali ini masih belum mampu menurunkan tingginya harga beras di pasaran," kata Mardiah salah satu warga penerima raskin.Menurut Waluyo, perangkat Desa Banjarejo ada sebanyak 299 rumah tangga sasaran miskin di desanya yang menerima raskin kali ini. "Mereka tersebar di empat dusun antara lain Paras, Banjarejo, Ratih dan Kendal Duwur. Jumlah tersebut sama seperti tahun sebelumnya," terangnya.Ditambakan Waluyo droping raskin belum mampu menekan tingginya harga beras di pasaran, tetapi harapannya bisa membantu masyarakat miskin yang mengalami kesulitan pangan.Untuk diketahui sudah tiga pekan terakhir ini harga beras di pasaran naik. Harga beras jenis premium yang semula hanya Rp 8.600 perkilogram meningkat menjadi Rp 10 ribu rupiah per kilogram. Kenaikan harga beras ini salah satunya dipicu oleh banjir di berbagai daerah yang menyebabkan banyak petani gagal panen.
Distribusi raskin di Kediri belum bisa turunkan harga beras di pasar
Sejumlah Rumah Tangga Sasaran Miskin (RTSM) datang ke balai desa untuk menerimanya.
Rekomendasi