Pemerintah Pusat akan menggelontorkan anggaran Rp 100 miliar untuk proyek lanjutan
Advertisement
pembangunan Pasar Klewer di tahun anggaran 2016. Dana pembangunan tahap II pasar tekstil yang terbakar akhir 2014 lalu tersebut, diperkirakan sisa Rp 3 miliar, jika dihitung dari total kebutuhan dengan anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat."Kebutuhan riil anggaran sesuai detail engineering design (DED) kira-kira Rp 95,2 miliar. Namun karena ada penyesuaian harga material bangunan, ada pembengkakan anggaran Rp 1,8 miliar, sehingga total kebutuhan mencapai Rp 97 miliar," ujar Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Solo, Subagiyo, Rabu (18/11).Subagiyo mengatakan, kenaikan anggaran tersebut dinilai masih sangat wajar, yakni berkisar 1,5 persen, sehingga masih bisa dicukupi dengan dana yang akan diterima dari pemerintah pusat. "Tak hanya cukupi, saya perkirakan sisa Rp 3 miliar," imbuhnya.Meski tersisa, namun pihaknya belum bisa memutuskan penggunaan sisa anggaran tersebut. Apakah akan digunakan untuk menambah fasilitas di Pasar Klewer atau lain-lainnya. Pihaknya masih akan membahas lebih lanjut pemanfaatan sisa anggaran Rp 3 miliar dengan pedagang Klewer. Dia menilai perlu perencanaan lebih lanjut untuk mengalokasikan dana Rp 3 miliar ini."Kemungkinan besar akan kita gunakan untuk menambah fasilitas di Pasar Klewer, tapi akan kami bicarakan dulu dengan pedagang Klewer," kata Subagiyo.Menurutnya, sesuai rencana, pembangunan kembali Pasar Klewer dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama yang meliputi struktur bangunan lantai basement, semi basement, lantai dasar dan lantai I, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengucurkan anggaran Rp 61,8 miliar. Pembangunan tahap pertama dilakukan tahun anggaran 2015, sedangkan sisanya dilanjutkan pada tahun 2016.