Ratusan warga harus berdesakan di depan Keraton Kasunanan Surakarta demi mendapatkan minyak goreng murah, Selasa (15/3). Pantauan di lokasi antrean sudah terlihat sejak pukul 08.00 WIB.
Agar tak terjadi kerumunan yang membahayakan, para petugas dari Perumda Pergudangan dan Aneka Usaha Pedaringan Kota Solo membagikan nomer antrian atau kupon berwarna merah muda, hijau, dan kuning.
Setengah jam kemudian warga sudah berdesakan untuk membeli minyak sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000 yang disediakan melalui mobil box berwarna putih. Selain minyak goreng warga juga berkesempatan membeli gula pasir seharga Rp 13.500 dan beras medium 2,5 kg seharga Rp 24.000.
"Ini dari Perumda Pedaringan Kota Solo kami membantu Pemkot terkait kelangkaan minyak ini. Kita menjual minyak dengan harga Rp 14.000 sesuai dengan arahan pemerintah," ujar Kabid Aneka Usaha Perumda Pergudangan dan Aneka Usaha Pedaringan Kota Solo Muhammad Zayn.
Zayn mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan berbagai merek minyak agar di Kota Solo dapat merata menikmati minyak goreng sesuai harga HET tersebut. Akan tetapi dibatasi 2 liter minyak untuk satu orang.
"Kita sediakan 1.250 liter minyak kemudian ada gula dan beras. Kemarin melalui media sosial sudah kita umumkan. Sebelumnya kita sudah di Kecamatan Banjarsari, kemudian sudah keliling di pasar-pasar kita jual seperti ini juga," katanya.
Menurut rencana, lanjut Zayn, pada Kamis, (17/3) nanti pihaknya akan menggelar penjualan minyak sesuai dengan HET di Polresta Surakarta. Warga asal Serengan, Ratna yang tak sengaja lewat depan Kraton Kasunanan Kota Surakarta mengaku senang dengan adanya penjualan minyak ini. Pasalnya hingga saat ini ketersediaan minyak masih langka.
"Saya sudah cari dimana mana habis semua. Sudah seminggu belum beli soalnya. Saya pas lewat, langsung ambil kupon, ya lumayan sekarang cari minyak susah," tuturnya.