Dana tanggap darurat tahun 2017 yang ada di Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencapai Rp 108 miliar. Namun, dari jumlah itu baru terpakai Rp 28 juta.
Sekda Jabar sekaligus Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar Iwa Karniwa mengatakan serapan dana tanggap darurat bisa dikeluarkan jika ada pengajuan dari pemerintah kota/kabupaten yang dilanda bencana.
"Meski kejadian gempa bumi pekan lalu menyebabkan dampak kerugian di sejumlah kabupaten antara lain Tasikmalaya, Kota Banjar, Cianjur, Ciamis dan Garut, tapi sampai saat ini belum ada yang mengajukan dana bencana," ujarnya saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Minggu (19/12).
Menurutnya, selain bergantung pada pengajuan dari pemerintah daerah, pencairan dana bencana harus sesuai aturan. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi daerah.
Pertama, penetapan status tanggap darurat, inventarisasi kerugian yang riil dan mengajukan persetujuan pada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.
Di samping itu, pihaknya kini terus memantapkan kesiapan dan kewaspadaan aparat BPBD. Dia menjamin kesiapsiagaan personel maupun kelengkapan tanggap darurat.
"Kami menambal kekurangan jumlah personel BPBD dengan berkoordinasi BNPB dan BPBD daerah serta para relawan tanggap bencana diperkuat," ucapnya.
Sementara untuk dukungan peralatan menurutnya kesiapan di BPBD Jabar sudah mumpuni. Ini diperkuat dengan sudah berjalannya pusat pengendalian operasi (Pusdalops) BPBD Jabar.
"Staf pusdalops juga standby 24 jam sehari, 7 hari dalam sepekan. Saya berikan apresiasi yang tinggi bagi mereka karena sudah bekerja tanpa lelah," paparnya.
BPBD Jabar sendiri merilis data terbaru terkait bencana gempa bumi yang menyebabkan kerusakan di 90 kecamatan di 9 kabupaten/kota. Data menyebutkan, 4.575 rumah mengalami kerusakan dengan rincian 701 rumah rusak berat, 2784 rusak ringan dan 1090 unit rusak sedang.
"Sarana ibadah ada 56 unit sementara sarana pendidikan 58 unit yang mengalami kerusakan," ujarnya.
Untuk pengungsi, saat ini masih ada 200 warga yang berada di posko Kabupaten Ciamis. Sementara untuk jumlah korban jiwa ada 2 orang warga.
"Sementara data terbaru ini yang kami sampaikan. Kami meminta warga untuk tetap waspada, dan mempercayakan informasi dari lembaga dan pihak yang bertanggung jawab. Kami di BPBD provinsi standby 24 jam," ucapnya.