Covid-19 Naik Lagi, Keterisian Rumah Sakit Nasional Meningkat Hingga 8 Persen

Kemenkes menyebut, masih berdasarkan data rumah sakit online, pada 1 Januari sampai 3 Mei 2023, total pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit sebanyak 22.666.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Covid-19 Naik Lagi, Keterisian Rumah Sakit Nasional Meningkat Hingga 8 Persen
Vaksinasi Covid-19 di KPU. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Kementerian Kesehatan melaporkan, keterisian tempat tidur rumah sakit meningkat. Peningkatan ini seiring dengan kembali merebaknya Covid-19.

Data rumah sakit online per 3 Mei 2023 pukul 14.00 WIB, keterisian rumah sakit nasional mencapai 8,1 persen dari 42.293 tempat tidur yang tersedia.

Sebanyak lima rumah sakit mengalami peningkatan keterisian lebih dari 50 persen pada 3 Mei.

"Rumah sakit tersebut adalah RSUP Dr. M. Djamil, RS Dr. Tadjuddin Chalid, MPH, RSP Dr. Ario Wirawan, RSUP Prof Dr. R.D.Kandou, dan RSUP Dr. kariadi," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril, Kamis (4/5).

Syahril menyebut, masih berdasarkan data rumah sakit online, pada 1 Januari sampai 3 Mei 2023, total pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit sebanyak 22.666.

Sementara pasien yang masih dirawat hingga kemarin Rabu (3/5) berjumlah 2.696, terdiri dari 2.556 pasien isolasi dan 140 pasien intensif.

Dari 22.666 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, 34,5 persen atau 7.813 pasien belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 dan didominasi oleh lansia.

"Selama periode tersebut sebanyak 1.423 pasien Covid-19 meninggal di rumah sakit, hampir separuhnya belum divaksinasi," jelas Syahril.

Dia mengimbau masyarakat untuk waspada. Kendati belum terjadi lonjakan kasus, peningkatan Covid-19 terus terjadi dan diiringi oleh keterisian tempat tidur di rumah sakit.

"Masyarakat jangan lengah. Perketat kembali protokol kesehatan terutama memakai masker dan segera lakukan booster," ucapnya.

Protokol kesehatan dinilai untuk melindungi masyarakat dari penularan Covid-19 dan mencegah terjadinya lonjakan kasus seperti yang terjadi pada Juli-Agustus 2021 akibat varian Delta.

Syahril mengatakan, butuh kerja sama dari masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan, pakai masker, rajin cuci tangan, dan melengkapi vaksinasi booster.

“Semua pihak harus memahami bahwa dengan tingkat pergerakan masyarakat yang semakin tinggi, maka risiko penularan juga semakin tinggi. Namun risiko itu bisa dicegah jika masyarakat patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan," kata Syahril.

Rekomendasi