Jembatan reot dari bambu tua saban hari dilintasi para petani dan anak sekolah di Desa Kadubera, Picung, Pandeglang, Banten. Berada di atas aliran sungai, tentu kondisinya membahayakan. Desa Kadubera merupakan satu dari 75 desa tertinggal di Pandeglang. Pemerintah telah memberikan bantuan berupa dua unit jembatan penghubung antardesa untuk memudahkan aktivitas masyarakat.Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Sandjojo mengungkapkan kegelisahannya saat meninjau kondisi infrastruktur. Dia juga sempat melintasi jalan tanah berlubang bahkan jembatan reot tersebut."Tadi waktu jalan ke sini memang saya merasakan banyak goyang-goyang. Tapi mudah-mudahan dengan dana desa, perlahan jalan-jalan di desa ini bisa segera diperbaiki," ujarnya, Selasa (13/9).Eko berharap dapat bersinergi dengan kementerian lain sehingga bisa mempercepat perkembangan desa. Selain itu diperlukan juga peran kepolisian dan TNI. "Kalau dana desa awalnya dipakai untuk infrastruktur desa," katanya."Kalau desa tidak aman, pembangunan di desa tidak akan bisa berjalan dengan baik," tambahnya.Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengaku mendapatkan dorongan dari pemerintah pusat untuk memajukan daerahnya. Bantuan dua jembatan penghubung diyakini berpengaruh pada aktivitas ekonomi petani."Untuk dua jembatan ini bantuan yang diberikan Kementerian Desa hampir Rp 1 miliar. Satu untuk menghubungkan desa Sukalangu dan Kadubera, juga untuk menghubungkan antar-kecamatan," tandasnya.
Cerita Menteri Desa jajal jembatan reot di daerah tertinggal
Jembatan yang berada di atas aliran sungai ini saban hari dilintasi para petani dan anak sekolah.
Rekomendasi