Menikah bukanlah keputusan yang dapat dipikirkan dengan cepat dan mudah. Banyak pertimbangan yang mesti diperhatikan sebelum menuju pelaminan. Di masa ini, kebanyakan calon pengantin dihinggapi rasa galau, tak jarang kegalauan memuncak, menimbulkan keraguan, sampai akhirmya memutuskan untuk membatalkan pernikahan.Sebagai murabbi (fasilitator) yang kerap kali memasangkan akhwat (wanita) dan ikhwan (laki-laki) dalam ikatan ta'aruf, Ustazah Ola mempunyai segudang cerita mengenai kegalauan calon pengantin yang akhirnya berbuah pambatalan nikah."Ada yang batal karena alasan ekonomi, membatalkan karena merasa tidak sejajar dengan latar belakang keluarga akhwat. Biasanya pas dikenalin ada masalahnya di keluarganya gara-gara status sosial," kata Ola saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (21/3).Saat itu Ola yang berlaku sebagai penanggung jawab kelompok pengajian merasa kecolongan karena si ikhwan menyatakan siap menikah hanya bermodal nekat."Makanya kalau ada yang mau nikah terutama ikhwan siap nikah itu bukan di mulutnya saja, sudah siap termasuk ekonomi juga. Bukannya pas sudah dibawa ke keluarga malah bilang kita berjuang dulu, maksudnya apa," cerita Ola.Dalam situasi seperti ini, akhwat akan menjadi bimbang dan galau. Tugas murabbi lah yang memberikan pencerahan bagi para akhwat."Biar bagaimanapun kita kan mediator aja, enggak bisa mendesak. Pastinya kita beri masukan dulu, diusahakan dulu seperti mengatakan kalau status sosial bisa dicari, kecantikan bisa dibikin, kesalehan itu sulit, kita kasih pengertian," jelas dia.Namun dalam perjalanan taaruf ini, rupanya keluarga akhwat masih berkeras menolak karena calon suami belum mapan. Akhirnya rencana pernikahan yang sudah separuh jalan itu harus diakhiri."Kita memang menyayangkan seperti itu, tarbiyah (memberikan pemahaman) bukan hanya untuk diri kita tapi untuk keluarga kita harusnya. Keluarga yang tidak menerima ikhwan atau akhwat itu karena mistarbiyah atau kita tidak memberikan pemahaman yang lebih Islami," paparnya panjang lebar.Kasus akhwat tersebut, menjadi pembelajaran bagi Ola agar tidak langsung menerima atau menjodohkan ikhwan dan akhwat yang belum mapan. Namun, kata dia, harus diingat bahwa pasangan itu adalah orang yang setia mendampingi pasangannya menuju tangga kesuksesan.
Cerita kegalauan jelang nikah yang berbuah pembatalan
Kondisi ekonomi, status sosial, hingga ketidakcocokan antarkeluarga membuat pernikahan urung terjadi.
Rekomendasi