Cerita Kapolsek di Karangasem Jadi Sopir Ambulans untuk Jemput Warga Isoman

Kapolsek Bebandem, Karangasem, Bali, AKP Wayan Gede Wirya turun langsung untuk mengevakuasi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Dia bahkan bersedia menjadi sopir ambulans.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Cerita Kapolsek di Karangasem Jadi Sopir Ambulans untuk Jemput Warga Isoman
Tangkapan layar video Kapolsek Bebandem AKP Wayan Gede Wirya menjemput warga isoman, Senin (16/8). ©2021 Merdeka.com

Kapolsek Bebandem, Karangasem, Bali, AKP Wayan Gede Wirya turun langsung untuk mengevakuasi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Dia bahkan bersedia menjadi sopir ambulans.

Wirya harus mengemudikan ambulans, karena sopir kendaraan itu sedang menjalani vaksinasi. Perwira pertama itu pun memilih menjemput langsung warga yang sedang isoman untuk dipindahkan ke tempat isolasi terpusat (isoter) di SKB Jasri, Karangasem, Bali.

"Kebetulan di rumah sakit sopirnya ikut vaksin, sehingga tidak ada sopirnya. Ya daripada saya (menunggu), sambil koordinasi, iya saya ambil sendiri," ucap Wirya saat dihubungi, Senin (16/8).

Wirya menceritakan, hal itu terjadi spontan pada Minggu (15/8) kemarin. Saat itu, sopir ambulans pergi ke Puskesmas Bebandem untuk menjalani vaksinasi Covid-19.

Namun hingga hari ini, Senin (16/8), Wirya masih mengemudikan ambulans itu. Dia sudah menjemput sekurangnya lima pasien Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG) untuk dibawa ke tempat isolasi terpusat.

"Dua hari sudah. Kemarin satu kali hari minggu dan hari ini. (Iya) anggap jalan-jalanlah," ungkapnya.

Ia mengakui ada rasa khawatir mengantar warga isoman. Namun, dirinya tetap menerapkan protokol kesehatan dan mengenakan APD lengkap sehingga yakin aman dari penularan Covid-19.

"Iya, berusaha memutus penularan Covid-19, pemindahan ini sangat penting. Kami siaga, saya beserta seluruh staf anggota bersiaga 1x24 jam, sampai kapan pun selama bikin sehat masyarakat, saya siap," jelasnya.

Wirya berharap masyarakat semakin sadar untuk menerapkan protokol kesehatan yang baik dan benar. Dengan begitu, wilayah Bali bebas dari Covid-19 , sehingga hidup bisa normal dan wisatawan bisa datang.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus membantu memutus penyebaran virus corona. Alasannya, saat ini Bali kasus Covid-19 masih menunjukkan grafik meningkat dan menyebabkan keterbatasan tenaga dari puskesmas setempat.

"Biasanya yang jemput dari puskesmas Bandem, tapi karena di sana keterbatasan personel, kemudian kami masih ada tenaga, maka kami laksanakan sekuat tenaga," ujar Wirya.

Rekomendasi