Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cegah Penularan Covid-19, Lokasi Pengungsi Banjir Dayeuhkolot Diberi Sekat

Cegah Penularan Covid-19, Lokasi Pengungsi Banjir Dayeuhkolot Diberi Sekat Banjir Bandung. ©2018 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Pemerintah Kota Bandung dihadapkan pada permasalahan banjir yang terjadi di hampir wilayahnya. Berbagai upaya dan proyek pembangunan yang dilakukan untuk mengatasi hal dianggap masih belum maksimal.

Seperti di ketahui, hujan besar terjadi di wilayah Bandung Raya dengan intensitas besar pada Kamis (25/12). Hal ini membuat sejumlah fasilitas umum maupun pribadi mengalami kerusakan.

Data yang didapatkan dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, setidaknya ada 66 wilayah di Kota Bandung yang terdampak hujan tersebut.

Paling menonjol genangan air di jalan Pasteur atau Dr. Djundjunan dengan banjir setinggi 50 cm. Sisanya, di wilayah lain terjadi luapan air akibat hingga masuk ke rumah warga akibat sistem drainase yang buruk.

Pengamat Tata Kota Institut Teknologi Bandung (ITB), Denny Zulkaidi menilai upaya yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Bandung atau wilayah di Bandung Raya seperti Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung masih kurang.

Salah satu indikator yang bisa dilihat adalah, jika air tetap menggenang sampai delapan jam atau satu hari, maka diperlukan peningkatan penanganan. Apalagi, kawasan cekungan yang membuat limpasan air di Kota Bandung semakin banyak. Kalkulasi ulang mengenai potensi volume dan wilayah yang rawan perlu dilakukan.

"Dinas PU (Pekerjaan Umum) harus punya perhitungan baru kebutuhan atau penyediaan drainase, menambah sumur resapan, biopori atau kolam retensi karena yang penting itu kapasitasnya supaya mampu menampung jumlah debit air," ujar Denny, saat dihubungi, Jumat (25/12).

Di sisi lain, analisa dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hujan lebat yang terjadi kemarin tidak terlepas dari melambatnya pola angin, sehingga awan hujan terkumpul di Bandung Raya.

Namun, Kepala BMKG Bandung Tony Agus Wijaya lebih menyoroti potensi hujan dengan intensitas tinggi akibat cuaca ekstrem masih bisa terjadi kembali. "Hingga Januari 2021 wilayah Jawa Barat bakal dilanda musim hujan. Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang," tegas dia.

Siapkan Rumah Susun untuk Korban Banjir

Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengaku sudah menyiapkan rumah susun untuk warga yang rumahnya berada di bantaran sungai. Dari data yang didapatkannya, di wilayah Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, ada empat Kepala Keluarga yang rumahnya tergerus air sungai.

"Tadi dari empat KK di sana kita tawarkan hanya satu KK yang siap pindah ke Rusun, ini persoalannya. Infrastruktur dari pemerintah sudah disiapkan, tapi masyarakat juga harus mengerti," kata Oded.

"Saya sudah sampaikan imbauan itu kepada camat dan masyarakat sebelum hujan besar, masyarakat harus tetap waspada menghadapi musim penghujan ini, terutama warga di bantaran sungai," ucapnya.

Klaim Fasilitas Pengendali Banjir Berfungsi

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini pun menegaskan bahwa genangan air di sejumlah wilayah Kota Bandung cepat surut. Ini menjadi indikator semua infrastruktur pengendali banjir berfungsi optimal.

Meski demikian, Oded menyatakan bakal menambah infrastruktur lainnya, seperti membuat lagi sumur imbuhan dalam semacam biopori di kawasan pemukiman.

"Kalau hujannya seperti yang sebelumnya yang debit airnya tidak terlalu besar saya kira itukan sudah bagus, inikan karena terlalu besar saja debit airnya," ujar Oded, di Jalan Djundjunan, Kota Bandung, Jumat (25/12).

"Kita sekarang dengan Pak kadis PU di samping tol air, sedang mengupayakan di sumur imbuhan dalam, artinya upaya-upaya untuk menangani banjir itu kita lakukan dengan berbagai metodologi," katanya.

Tekan Potensi Penularan Covid-19 di Rumah Singgah Pengungsi

Di tempat terpisah, banjir pun terjadi di wilayah Kabupaten Bandung. Salah satunya di Dayeuh Kolot yang merupakan 'langganan' banjir jika musim hujan. Tempat pengungsian yang disediakan menggunakan protokol kesehatan untuk menekan potensi penyebaran Covid-19.

Fasilitas yang dimanfaatkan sebagai salah satu tempat pengungsian warga korban banjir adalah Gedung PMI Desa Dayeuhkolot. Semua fasilitas penunjang upaya pencegahan Covid-19 sudah dilakukan untuk mengantisipasi adanya banjir. Salah satunya adalah pemasangan sekat untuk jaga jarak antarkeluarga korban.

"Desa Dayeuhkolot menyiapkan tempat dengan menyekat agar setiap keluarga di sini tidak saling berkerumun," katanya. Dari data yang berhasil dihimpun, lokasi tersebut menampung 17 keluarga dengan total warga 43 orang.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP