Bupati Sragen Klaim PPKM Jilid II Efektif Tekan Kasus Covid-19
Merdeka.com - Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengklaim jika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) efektif menekan laju penyebaran dan penularan Covid-19. Terutama untuk PPKM jilid II, sejak 25 Januari lalu.
Kendati demikian ia mengakui jika pada PPKM jilid I, kasus penyebaran virus Corona di Bumi Dukowati (Julu kan Kabupaten Sragen) masih tinggi, bahkan terjadi peningkatan.
“Selama PPKM jilid II atau susulan ini efektif menekan jumlah kasus Covid-19. Saya yakini PPKM berdampak positif dan menekan penyebaran Covid-19,” ujar Yuni, Senin (1/2).
Bahkan, lanjut dia, penurunan juga terjadi kawasan eks Karisidenan Surakarta kainnya. Yakni Kota Solo, lBoyolali, Klaten, Wonogiri, lKaranganyar). Namun untuk Kabupaten Sukoharjo diakuinya masih tinggi kasusnya.
Dampak PPKM dalam penanganan Covid-19, lanjut Yuni, dirasakan oleh Pemkab Sragen. Bahkan saat ini Kabupaten Sragen masuk ke dalam zona oranye Covid-19. Yuni mengaku telah melskukan berbagai upaya kongkrit untu menekan laju penularan Covid-19.
“Kami telah melakukan berbagai upaya kongkrit Untuk menekan penularan Corona. “Yaitu melarang acara hajatan. Satgas di tingkat desa seperti satgas jogo tonggo, camat bersama muspika selalu patroli, ini luar biasa,” katanya.
Bupati berharap tidak ada PPKM jilid III dari pemerintah pusat. Karena sangat berdampak bagi ekonomi masyarakat bawah seperti UKM, PKL dan pekerja seni. Ia menilai PPKM di Jateng sejauh ini berhasil. Hanya karisidenan banyumas yang belum menunjukkan sesuai harapan kita bersama.
Menanggapi rencana gerakan Jateng Berdiam Diri yang diinisiasi gubernur Ganjar Pranowo, Yuni mengaku memilih menunggu.
“Apa formulasinya, seperti apa, ada punishment atau tidak, bisa kompak atau tidak. Mengingat implementasi PPKM saja masing-masing daerah berbeda,” katanya.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya