Kepala Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jendral Suhardi Alius mengimbau kepada masyarakat untuk tak menyepelekan jika menemukan hal-hal mencurigakan di malam Tahun Baru 2018. Dia mengatakan, ancaman terorisme bisa terjadi kapan saja, termasuk di malam perayaan pergantian tahun.
"Jangan under estimated. Kami tetap sebarkan anggota untuk menjamin masyarakat bisa merayakan pergantian tahun," katanya usai menghadiri pernikahan putri Mensesneg di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, DIY, Jumat (29/12).
Dia menyampaikan, pihaknya memberi perhatian lebih pada daerah-daerah yang dianggap merah untuk BNPT. Pihak BNPT akan melakukan penebalan pasukan pengamanan di daerah yang dianggap merah tersebut.
"Kami tempatkan beberapa anggota untuk penebalan pengamanan di sejumlah lokasi, terutama di lokasi keramaian dan obyek-obyek vital seperti supermarket. Kita berkaca pada kasus di Peterburg, Rusia," ungkap Suhardi.
Suhardi menuturkan jika ada trend di lingkup global, terorisme menyasar pada daerah-daerah ramai seperti supermarket maupun hypermarket. Selain itu, trend penyerangan juga dilakukan pada jam-jam padat atau ramai.
"Kita jaga semaksimal mungkin. Kepolisian dan petugas BNPT bekerja sama mem-back up pengamanan. Potensi apapun kita waspadai," urainya.
Dia meminta kepada masyarakat untuk terlibat dalam memberikan informasi kepada petugas keamanan jika menemukan hal-hal yang dianggap mencurigakan. Masyarakat, Suhardi mengharapkan, bisa memantau lingkungannya dari adanya ancaman dan bahaya terorisme.
"Kami minta masyarakat memberikan informasi. Jika ada kejadian tak lazim agar masyarakat bisa menyampaikan ke kami untuk segera ditindaklanjuti," tutup Suhardi.