Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius mengatakan sinergitas antara Kementerian dan Lembaga untuk membantu program penanggulangan terorisme, berdampak signifikan dan berjalan baik. Setidaknya di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat.
"Selama 9 bulan sejak April 2018, program sinergitas telah melakukan banyak hal dengan melakukan program kontra radikalisasi, deradikalisasi, dan pemenuhan sarana. Beberapa pendekatan terhadap kelompok sasaran program juga sudah dilakukan, baik berdasar ekonomi, sosial budaya, dan lintas agama. Dukungan pada ormas juga telah dilakukan. Kita patut bersyukur bahwa program sinergitas berhasil dijalankan," kata Suhardi saat penyampaian laporan pelaksanaan sinergitas antar K/L, program penanggulangan terorisme Tahun 2018 di Jakarta, Kamis (27/12).
Meski demikian, kata dia, masih ada yang perlu dievaluasi dalam pelaksanaannya. "Evaluasi tetap dilakukan, mengingat masih banyak hal yang perlu dibenahi, agar pelaksanaan sinergitas ke depan lebih baik," ungkap Suhardi.
Senada, Sestama BNPT Asep Adang Supriyadi, menyebut ini tidak mudah, khususnya deradikalisasi. "Deradikalisasi, itu tidak mudah karena di dalam maupun di luar penjara sudah dilakukan. Kalau kooperatif akan kita bina di BNPT, kalau tidak ke Nusa Kambangan," jelasnya.
Menko Polhukam Wiranto, juga menegaskan, pekerjaan ini memang tak bisa bekerja sendiri. Apalagi masalahnya kompleks.
"Kita harus kerjasama, harus sinergi. Ini kan Kelompok yang tidak tersentuh oleh keadilan dan kemakmuran. Misalnya NTB seperti apa. Itu gampang terpapar, kalau kita tidak segera rangkul. Dan untuk merangkul ini tak bisa sendiri," tuturnya.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com