Bikin kuis dengan warga Palembang, Jokowi kebingungan dengar nama ikan betok

Kebingungan Jokowi tentang ikan jenis khas Sumsel itu juga pernah terjadi pada saat kunjungannya ke Palembang awal tahun lalu. Ikan betok ini menyerupai ikan sepat yang hidup di rawa-rawa. "Apa itu betok? Benar ada? Kalau benar saya ngikut saja, saya tidak tahu," tanya Jokowi ke para undangan.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Bikin kuis dengan warga Palembang, Jokowi kebingungan dengar nama ikan betok
Jokowi ajak cucu jalan-jalan di TMII. ©2018 Biro Pers Setpres

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja dengan beragam agenda di Palembang selama dua hari. Di antaranya adalah membagikan sertifikat tanah dan menjajal light rail transit (LRT).

Agenda pertama, Jokowi menyerahkan sertifikat tanah kepada masyarakat Sumsel di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) atau tepatnya di pinggiran Sungai Musi Palembang, Jumat (13/7).

Seperti setiap kunjungan dan bertemu dengan masyarakat, Jokowi juga menantang untuk menjawab pertanyaan dengan hadiah sepeda. Kali ini tiga warga Sumsel yang beruntung dipanggil Jokowi naik ke atas panggung.

Pertanyaan pertama yang ditanyakan adalah nama-nama ikan. Jokowi kembali dibuat bingung dengan ikan betok yang disebutkan Herlina Astuti, salah seorang penjawab.

"Apa itu betok? Benar ada? Kalau benar saya ngikut saja, saya tidak tahu," tanya Jokowi ke para undangan.

Kebingungan Jokowi tentang ikan jenis khas Sumsel itu juga pernah terjadi pada saat kunjungannya ke Palembang awal tahun lalu. Ikan betok ini menyerupai ikan sepat yang hidup di rawa-rawa.

Pada kesempatan itu, Jokowi berharap masyarakat memanfaatkan sertifikat tanah untuk keperluan penting dan menjadi bukti hak milik atas tanah. Dia meminta tidak menggunakan yang justru menjadi beban pemiliknya.

"Gunakan untuk yang penting-penting, kenali sertifikatnya, tahu luasan tanah," kata dia.

Sementara itu, Menteri ATR/BPN RI, Sofyan A Djalil menargetkan seluruh tanah di Indonesia bersertifikat dan terdaftar. Pihaknya terus menambah angka jumlah penerima sertifikat tanah di Indonesia setiap tahunnya.

"Ini program Presiden Jokowi untuk mencegah timbulnya konflik, khususnya tanah dan agraria," kata dia.

Pada kesempatan itu, pihaknya menyerahkan 6.000 sertifikat tanah ke warga Sumsel. Dia mengaku masih banyak masyarakat, tidak hanya di Sumsel, belum mengantongi surat surat resmi tanah mereka.

"Memang masih banyak, tapi untuk kepengurusannya tidak sulit seperti dulu," terangnya.

Dia menambahkan, hingga pertengahan Juli 2018 jumlah penerima sertifikat tanah di Sumsel mencapai 175.000 lembar. Sedangkan untuk 2019 mendatang, ditarget meningkat menjadi 250.000-300.000 lembar.

Sementara untuk skala nasional, sepanjang 2017 lalu, 5 juta lembar sertifikat tanah telah dikeluarkan dan tahun 2019 ditarget meningkat 9 juta lembar.

"Pada 2025 nanti kita targetkan seluruh tanah di Indonesia terdaftar dan bersertifikat. Sertifikat ini penting sebagai payung hukum kepemilikan," jelas dia.

Rekomendasi