Bandar sabu lolos dari sergapan, perintahkan anak buah bunuh polisi
Merdeka.com - Bandar sabu bernama Tomo yang merupakan target operasi Polres Pelabuhan Makassar berhasil kabur dari sergapan tim satuan narkoba, Kamis malam, (3/9), pukul 23.30 Wita di Jalan Dangko, Makassar.
Padahal belasan polisi dari satuan narkoba itu sudah didukung anggota Brimob, anggota Raimas (Pengurai Massa) dan Buru Sergap (Buser). Sebelum melarikan diri, Tomo ini mengomandoi kelompoknya untuk memberi perlawanan.
"Bandar ini melarikan diri tapi sebelumnya sempat memimpin rekan-rekannya menyerang polisi dengan berteriak serbu, bunuh polisi. Anggota kita diserang dengan menggunakan busur, papporo dan bom molotov," kata Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Whisnu Buddaya kepada wartawan di ruangannya, Jumat (4/9).
Kata Whisnu, Tomo ini adalah pengembangan dari kasus Amirullah alias Yoga dengan barang bukti dua paket sabu yang diperoleh dari Tomo.
Dari perlawanan kelompok Tomo yang berjumlah sekitar 20 orang, ada anggota polisi yang terkena busur di kaki kanannya, atas nama Bripka Siregar, (34). Polisi melakukan perlawanan menggunakan pistol dan berhasil melumpuhkan Asriadi (18) dengan luka tembak di paha kiri tembus kanan. Asriadi diduga kuat salah satu pelaku penyerangan anggota satuan narkoba Polres Pelabuhan.
Ada 21 orang yang diamankan dalam penggerebekan di salah satu perumahan di Jalan Dangko ini. Sembilan orang di antaranya terkait kasus narkoba dan melakukan penyerangan kepada petugas. Selebihnya masih dalam identifikasi.
Adapun barang bukti yang diamankan berupa satu paket kecil sabu, selebihnya alat-alat isap sabu seperti bong, sendok sabu, plastik kosong dan sejumlah senjata tajam seperti busur dan parang.
"Di Jalan Dangko itu sudah masuk zona narkoba," kata AKBP Whisnu Buddaya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya