Puluhan jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik, maupun Internet di Kota Semarang, Jawa Tengah, menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (18/8). Mereka mengecam aksi pemukulan anggota TNI AU terhadap reporter MNC TV dan Tribun Medan, saat meliput aksi demonstrasi di Sari Rejo, Polonia, Kota Medan.Muhammad Radlis, seorang wartawan Tribun Jateng, dalam orasinya meminta kepada Presiden Joko Widodo memerintahkan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, menarik anak buahnya dari TNI AU buat kembali ke bangku sekolah. Sebab, anggota TNI AU dinilai tidak mengerti aturan dan kerja jurnalis yang dilindungi oleh Undang-Undang Pers."Kalau memang pernah sekolah, anggotanya pasti pintar dan mengetahui aturan," kata Radlis saat menggelar aksi solidaritas di Videotron Jalan Pahlawan, Semarang.Radlis mengaku sangat prihatin terhadap aksi kekerasan yang dialami kawan-kawannya di Medan. Dia menganggap tindakan itu menandakan anggota TNI AU tidak paham aturan.Usai melakukan orasi, massa jurnalis bergerak menuju ke Patung Diponegoro berjarak 30 meter dari titik awal unjuk rasa. Secara simbolik, mereka mengadu ke patung Diponegoro atas ulah TNI AU terhadap wartawan Medan. Dengan pengawalan belasan anggota Unit Shabara Polrestabes Semarang, aksi unjuk rasa ini berjalan dengan tertib.
Aniaya wartawan, jurnalis Semarang minta anggota TNI AU sekolah lagi
Anggota TNI AU dianggap tidak paham aturan dan perlindungan terhadap pewarta.
Rekomendasi