Anggota DPR minta Jonan dicopot karena tak bisa tegas pada Lion Air

Miryam meminta Presiden Joko Widodo mengganti Jonan dengan sosok yang memiliki ketegasan.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Anggota DPR minta Jonan dicopot karena tak bisa tegas pada Lion Air
Thai Lion Air. ©2015 Merdeka.com

Anggota Komisi V DPR Miryam S Haryani geram dengan sikap Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang tak pernah tegas menindak maskapai penerbangan Lion Air. Padahal, Lion Air acapkali membuat para penumpangnya emosi karena sering mengalami delay. Beberapa hari lalu, terjadi pula tindakan senonoh salah satu pilotnya yang menawarkan pramugari janda sebagai kompensasi ke para penumpang yang terkena delay. Teranyar, para penumpang sampai emosi dengan mencegat pesawat Lion Air lain dengan rute yang sama yang hendak lepas landas. Lewat alasan inilah, Miryam meminta Presiden Joko Widodo mengganti Jonan dengan sosok yang memiliki ketegasan. "Apabila pemerintah tidak berani bertindak tegas, maka sudah tepat apabila Presiden Jokowi mencarikan pengganti untuk posisi menteri yang menangani soal perhubungan," kata Miryam kepada merdeka.com, Senin (23/11). Selain itu, Ketua DPP Partai Hanura ini menaruh curiga dengan maskapai penerbangan milik Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rusdi Kirana itu. Sebab, dari maskapai yang ada di Indonesia, hanya Lion Air yang terus-terusan mengalami delay. "Setiap orang berhak curiga mengenai hal ini, karena maskapai lain yang jumlah pesawatnya tidak sebanyak Lion Air mampu beroperasi dengan baik tanpa ada delay parah begini. Ironis memang karena keluhan masyarakat yang saya terima maskapai ini memang terkenal dengan sering delay," katanya. "Atas kejadian ini saya menduga bahwa izin rute penerbangan yang dikantongi Lion Air tidak sesuai dengan rasio pesawat yang dimilikinya. Apabila hal ini benar tentu komisi V akan melakukan investigasi khusus mengenai hal ini, jangan sampai ada kongkalikong izin rute antara maskapai dengan pemerintah namun persyaratannya tidak dipenuhi, sehingga yang terjadi adalah keterlambatan seperti yang seringkali terjadi," tambahnya.

Rekomendasi