Ahli kubu Jessica sebut teknik modifikasi ahli JPU primitif

Sebab teknik tampering yang dilakukan ahli dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) mereduksi dimensi frame menjadi lebih kecil.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Ahli kubu Jessica sebut teknik modifikasi ahli JPU primitif
Sidang Jessica. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Ahli digital forensik yang dihadirkan tim penasihat hukum Jessica Kumala Wongso, Rismon Hasiholan Sianipar, menilai modifikasi barang bukti rekaman CCTV Kafe Olivier dilakukan dengan teknik primitif. Sebab teknik tampering yang dilakukan ahli dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) mereduksi dimensi frame menjadi lebih kecil."Teknik tampering-nya paling primitif, mereduksi dimensi frame menjadi lebih kecil sehingga kabur," kata Rismon dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (15/9).Tampering juga dilakukan dengan mengurangi laju frame. Sehingga kata dia, ada frame-frame yang hilang dan membuat gambar menjadi janggal saat dianalisis frame demi frame."Normalnya satu detik ada 25 gambar. Maka dengan laju seperti ini (pengurangan laju frame), hanya ada 10 gambar saja per detik. Artinya, 15 frame hilang," paparnya.Akibat modifikasi yang dilakukan secara primitif, maka hal itu jadi sangat mudah untuk dideteksi."Ini tekniknya primitif, gampang dideteksi. Dengan frame per frame, abnormalitas bisa dianalisis dengan lebih detail," ujarnya.Dari hasil analisisnya, Rismon mengatakan, dugaan modifikasi terhadap bukti rekaman CCTV sangat besar."Menurut keilmuan saya, indikasi direkayasa sangat kuat," tutupnya.

Rekomendasi