Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ada proyek nasional, WN China mendominasi pengajuan izin tinggal di Sulsel

Ada proyek nasional, WN China mendominasi pengajuan izin tinggal di Sulsel Kepala kantor Imigrasi Kelas I Makassar, Andi Pallawa Rukka (kedua dari kiri). ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Selama tahun 2017, pengajuan Izin Tinggal Kunjungan (ITK) dan Izin Tinggal Terbatas (ITAS) di Makassar didominasi warga negara China. Kedatangan mereka umumnya untuk untuk bekerja.

"Surat ITK yang kita terbitkan tahun 2017 sebanyak 6.642 surat. Yang paling banyak adalah dari warga keturunan China yakni sebanyak 5.571 surat menyusul dari Malaysia sebanyak 89 surat dan Australia 65 surat. Surat ITAS yang kita terbitkan juga didominasi warga keturunan China yakni sebanyak 844 dari 1.342 surat. Menyusul dari Malaysia sebanyak 269 surat," jelas Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Makassar Andi Pallawa Rukka kepada wartawan, Rabu (20/12).

Ditanya soal apa daya tarik Makassar atau Sulsel sehingga banyak WN China mengajukan permohonan izin tinggal itu, Andi Pallawa Rukka menjelaskan bahwa sejumlah proyek di Sulsel sepanjang tahun 2017 mempekerjakan tenaga kerja asing khususnya dari China.

"Ada beberapa proyek terkait kelistrikan di wilayah Sulsel selama tahun 2017 ini antara lain PLTU di Kabupaten Jeneponto. Berdasarkan perjanjian antara pemerintah Indonesia dan Pemerintah China bahwa bukan hanya material yang didatangkan dari China ke Indonesia, tetapi sekaligus dengan orangnya atau pekerjanya," terang Andi Pallawa.

Hanya saja memang, di antara ribuan pekerja asal China itu ada yang sampai tiga atau empat kali mengajukan permohonan izin tinggal karena perpanjangan kontrak di tempat kerja. Jadi secara fisik saat permohonan awal surat-surat izin seperti itu yang dimohonkan oleh WN China hanya sekitar seribuan orang.

Selama tahun 2017 ini kantor Imigrasi Kelas I Makassar menyumbangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berasal dari pembayaran biaya dokumen perjalanan RI, izin tinggal keimigrasian, dan Visa on Arrival (VOA) hingga November 2017 sebanyak Rp 32 miliar lebih.

"PNBP dari kantor imigrasi kelas I Makassar tahun 2017 ini sebanyak Rp 32.397.867.348. Adapun total Pagu sebesar Rp 10.606.262.000 hingga bulan November dan telah terealisasi Rp 10.121.440.740 atau 95 persen," pungkas Andi. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP