Enam pocong muncul di Jalan Balai Kota Medan, Rabu (22/5). Mereka melompat di zebra cross di depan Merdeka Walk.Kehadiran enam pocong itu bukan untuk menakuti. Mereka hanya dijadikan alat peraga dalam simulasi kecelakaan lalu lintas yang digelar Satuan Lalu Lintas Polresta Medan.Simulasi ini dimulai dengan aksi seorang pengendara sepeda motor menerobos traffic light. Kendaraan itu menabrak pejalan kaki. Korban terjatuh dan terkapar.Petugas Sat Lantas Polresta Medan kemudian tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP. Selanjutnya, petugas PMI Kota Medan pun mengevakuasi korban ke rumah sakit.Simulasi ini semakin jadi perhatian setelah beberapa orang yang memeragakan korban lalu lintas dihadirkan ke tengah Jalan Balai Kota. Mereka didorong dengan kursi roda.Bukan hanya korban luka, 6 pocong pun dihadirkan di sana. Mereka dihadirkan sebagai korban tewas dari kecelakaan lalu lintas."Ini hanya simulasi dari kecelakaan lalu lintas dan korban kecelakaan," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Medan Kompol Budi Hendrawan di sela-sela simulasi, Rabu (22/5).Acara simulasi juga diisi pembagian helm, bunga, brosur kepada pengguna jalan. "Harapan kita, masyarakat dapat memahami dan mematuhi peraturan lalu lintas, sehingga bisa meminimalisasi angka kecelakaan," jelas Budi.Berdasarkan data Satuan Lalulintas Polresta Medan, terjadi 1.756 kasus kecelakaan lalu lintas pada 2012. Akibat kecelakaan itu, 309 orang meninggal dunia, 1.144 luka berat dan 804 luka ringan. Tidak itu saja, kerugian materi akibat kecelakaan itu mencapai Rp 2.877.050.000.Sementara itu, pelanggaran lalu lintas yang paling banyak terjadi di Medan belakangan ini adalah tidak menggunakan helm dan terobos traffic light.
6 Pocong muncul saat sosialisasi kecelakaan lalu lintas di Medan
Bukan hanya korban luka, 6 pocong pun dihadirkan di sana. Mereka dihadirkan sebagai korban tewas dari kecelakaan.
Rekomendasi