Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

6 Laporan kebohongan Ratna Sarumpaet di Polda Metro, 1 gugur

6 Laporan kebohongan Ratna Sarumpaet di Polda Metro, 1 gugur Dirkrimum Polda Metro Jaya konpres ratna sarumpaet. ©2018 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Sejumlah pihak ramai-ramai membuat laporan terkait hoaks penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet. Setidaknya ada enam laporan kepolisian yang diterima Polda Metro Jaya, namun satu di antaranya dinyatakan gugur.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, satu laporan yang diterima adalah meminta kepolisian mengusut kasus penganiayaan terhadap Ratna. Laporan itu diterima sebelum Ratna mengakui kebohongannya.

"Yang lima minta diungkap karena mereka lihat ada kejanggalan, maka mereka minta diungkap kasus kebohongan RS (Ratna Sarumpaet)," ujar Setyo di Jakarta Selatan, Kamis (4/10).

Laporan pertama yang meminta kasus penganiayaan tersebut diusut dinyatakan gugur. Sebab polisi telah menemukan fakta-fakta yang menunjukkan bahwa Ratna tidak pernah dianiaya di Bandung sebagaimana diakui sebelumnya.

Hal itu juga diperkuat dari pengakuan Ratna tentang kebohongan yang telah ia lakukan. "Ternyata RS memberikan statement dan mengakui bohong. Jadi enam (laporan) di Polda Metro, satu gugur," kata Setyo.

Jumlah tersebut belum termasuk laporan masyarakat yang dilakukan di Bareskrim Polri. Setyo mengaku belum mendapat data terkait pelaporan hoaks Ratna di Bareskrim.

"Belum termasuk, ini laporan khusus di Polda Metro Jaya. Yang di Bareskrim saya belum dapat," ucap Setyo.

Sebelumnya, Setyo menyatakan, Polri segera memanggil Ratna dan orang-orang yang terlibat dalam penyebaran kabar bohong tersebut. Permohonan maaf dinyatakan tidak dapat menghentikan proses hukum.

Kabar terkait penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet sempat viral dan menghebohkan masyarakat. Calon Presiden sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bahkan sempat dibikin geram setelah mendapat laporan terkait penganiayaan tersebut.

Namun kabar bohong itu perlahan terungkap. Polisi menemukan fakta lain. Polisi tidak menemukan jejak penganiayaan Ratna di Bandung, Jawa Barat sebagaimana diakui terjadi pada 21 September 2018 malam.

Polisi justru menemukan fakta bahwa Ratna tengah berada di salah satu rumah sakit di Jakarta. Ibunda artis Atiqah Hasiholan itu disebut-sebut tengah menjalani operasi plastik di rumah sakit tersebut.

Kebohongan itu akhirnya diakui Ratna Sarumpaet. Dia mengaku telah berbohong terkait penganiayaan yang dialaminya. Dia juga membenarkan telah melakukan perawatan sedot lemak di Rumah Sakit Bina Estetika itu.

Reporter: Nafiysul QodarSumber : Liputan6.com

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP