337 Lansia Pasien Covid-19 di Jateng Meninggal Dunia, Belum Vaksin & Komorbid

Yunita mengimbau kepada masyarakat, agar tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat ketika beraktivitas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
337 Lansia Pasien Covid-19 di Jateng Meninggal Dunia, Belum Vaksin & Komorbid
Antrean Peserta Vaksin Lansia. ©2021 merdeka.com/imam buhori

Dinas Kesehatan Jawa Tengah mencatat 337 warga lanjut usia meninggal dunia terpapar Covid-19 dari hasil tes PCR. Dari 239 yang meninggal dunia selama varian omicron diketahui punya komorbid dan belum divaksin Covid-19.

"Data itu kita dapatkan 1 Februari hingga 1 Maret 2022. Mereka bergejala demam dan batuk, dan punya penyakit bawaan seperti jantung, darah tinggi dan diabetes," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yunita Dyah di Semarang, Rabu (2/3).

Dia menjelaskan kepada masyarakat agar memiliki keluarga yang telah lanjut usia dan sakit dengan gejala mirip seperti Covid-19 untuk segera mendapatkan penanganan medis. Terlebih varian Omicron memiliki karakteristik cepat menular.

"Jadi tolong jangan disepelekan kalau ada orang tua yang sakit segera diperiksakan agar segera bisa ditangani. Para lansia harus didorong, mereka harus dibujuk agar mau divaksin," ungkapnya.

Yunita mengimbau kepada masyarakat, agar tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat ketika beraktivitas.

"Karena pandemi belum berakhir tolong agar tetap prokes dan memakai masker," ujarnya.

Dia menyampaikan bahwa setiap rumah sakit telah diminta memberikan skenario penanganan pasien lansia seperti kejadian kasus Covid-19 tahun 2021. Terkait BOR ICU Covid-19 di rumah sakit rujukan Covid-19 seluruh Jateng mencapai 43 persen atau turun dari kondisi awal Februari yakni 49 persen. Kemudian bangsal isolasi Covid-19 juga terisi 47 persen.

"BOR ICU maupun isolasi Covid-19 sekarang masih terkendala grafiknya menurun. Ini beda banget sama situasi puncak penularan Delta tahun 2021 yang penuh. Jadi, penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit tetap jalan dengan baik," jelasnya.

Dari angka tren penularan varian Omicron sejak awal Februari 2022 meningkat sampai 1 Maret 2022 mulai menurun.

"Puncaknya pada 23 Februari dengan total 6.021 kasus, untuk yang sekarang sudah turun pada angka 2.340 kasus," katanya.

Rekomendasi