Di antara bayang-bayang Putin dan Timur Tengah

Di antara bayang-bayang Putin dan Timur Tengah. Presiden Rusia Vladimir Putin dalam beberapa kesempatan memuji sosok capres Donald Trump. Putin beralasan Trump memiliki visi untuk membangun hubungan baik antara AS dan Rusia.

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Di antara bayang-bayang Putin dan Timur Tengah
Putin dan Hillary Clinton. ©Politico

Dua calon presiden Amerika Serikat sudah menggalang dukungan untuk memenangkan kursi nomor satu di Negara Adi Daya itu. Hillary Clinton dan Donald Trump sudah melakukan kampanye tak hanya di dalam negeri, tapi juga ke luar negeri.Meski tidak begitu kentara, namun dukungan internasional terus mengalir untuk keduanya.Dimulai dari Donald Trump, calon presiden dari Partai Republik ini tentunya sudah jelas didukung oleh negara yang disebut-sebut musuh AS, Rusia. Bahkan, Presiden Rusia Vladimir Putin jelas-jelas mendukung dan memberikan taipan real estate itu pujian.Presiden Putin dalam konferensi pers tahunan di Moskow, mengatakan meski tidak berkepentingan menilai kualitas capres AS. Dia memuji dan mendukung Trump menjadi presiden Negeri Paman Sam tersebut.“Dia adalah orang yang sangat cerdas, berbakat tanpa keraguan. Ini bukan kepentingan kami untuk menilai kelayakan, tapi dia adalah pemimpin yang mutlak dalam pemilihan presiden,” puji Putin.

Pesawat remote control Donald Trump dan Hillary Clinton ©2016 REUTERS/Mike Blake

Putin beralasan Trump memiliki visi untuk membangun hubungan baik antara kedua negara. Dipuji seperti itu, Trump sungguh sangat besar kepala.Bagaimana tidak? Pemimpin negara musuh bebuyutan dengan lugas menyatakan dukungan padanya. Hal ini tidak dimiliki oleh pemimpin negara lain. Sejauh ini memang Rusia dan AS selalu 'bertengkar' untuk segala macam hal.Mulai dari senjata, hingga kedudukan di mata internasional. Dengan ajakan damai yang dilontarkan Trump mungkin membuat Rusia tertarik untuk memulai hubungan baik untuk kedua negara besar tersebut.“Dia (Donald Trump) mengatakan, dia ingin mengubah peringkat ke tingkat yang berbeda dari hubungan (AS) dengan Rusia ke level yang lebih. Bagaimana bisa kita tidak menyambut ini? Tentu saja kami menyambut ini,” ucap Putin.Meski mendapat dukungan Rusia, Trump rupanya sangat dibenci oleh negara tetangga dan Timur Tengah. Pernyataannya yang kontroversial mengenai Islam dan imigran membuatnya tidak mendapatkan simpati dan dukungan dari negara-negara tersebut.Sebaliknya, negara-negara ini malah memberikan dukungannya pada rival Trump, Hillary Clinton. Mantan ibu negara AS ini dalam kampanyenya selalu mengatakan jika terpilih jadi presiden, dia akan membiarkan para pengungsi dan imigran untuk masuk ke sana.Hal tersebut disambut baik oleh para warga perbatasan AS, terutama Meksiko. Mencari kehidupan yang lebih baik di Negeri Paman Sam sepertinya menjadi impian mereka. Kebijakan luar negeri mantan Menteri Luar Negeri AS tersebut menjadi pegangan para imigran dan pengungsi. Dalam debat calon wakil presiden, pasangan Clinton dalam pemilu, Tim Kaine mengatakan keduanya sepakat untuk mengusung kebijakan imigrasi baru yang lebih komprehensif."Kebijakan ini nantinya akan melahirkan ketentuan baru untuk menjadi warga negara AS," ujar Kaine dalam debat cawapres bulan lalu.

Rekomendasi