Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pelaku Pelecehan Seksual Kabur saat Hendak Ditangkap, Ternyata Anak Kiai Jombang

Pelaku Pelecehan Seksual Kabur saat Hendak Ditangkap, Ternyata Anak Kiai Jombang Ilustrasi Pelecehan Seksual. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Aksi kejar-kejaran bak film koboi terjadi di kawasan jalan raya Jombang, Jawa Timur. Tim gabungan dari Polda Jawa Timur dan Polres Jombang menyergap iring-iringan mobil yang diduga membawa DPO kasus pelecehan seksual yang berinisial MSAT (42).

MSAT yang merupakan anak seorang kiai pemilik Pondok Pesantren di Kabupaten Jombang itu dinyatakan bersalah sebagai pelaku pelecehan seksual terhadap seorang santriwati asal Provinsi Jawa Tengah.

Dikutip dari liputan6.com, pada 29 Oktober 2019, korban inisial NA melaporkan MSAT ke pihak berwajib dengan kasus dugaan pelecehan seksual. Kemudian, pada Januari 2020 kasus ini diambil alih Polda Jatim.

Kasus ini sudah berlangsung dua tahun, namun tidak kunjung usai lantaran DPO MSAT tidak kooperatif.

Pelaku Kabur

ilustrasi pelecehan seksual terhadap anak

childlinett.org

“MSAT yang diduga dalam rombongan tersebut berhasil kabur. Polisi mengamankan 3 orang dan satu pucuk senjata air gun,” tulis akun Instagram @warfajombang, Minggu (3/7/2022). 

Sebelumnya, tim gabungan dari Resmob Polda Jatim dan Satreskrim Polres Jombang mengejar iring-iringan tiga mobil sejak dari Desa Sambongdukuh, Kecamatan/Kabupaten Jombang sekitar pukul 13.00 WIB. 

Rombongan tersebut menolak berhenti dan kabur ke arah utara. Tim gabungan pun melanjutkan pengejaran terhadap rombongan terduga DPO MSAT hingga ke kawasan Ploso, Kabupaten Jombang. 

"Tadi siang Resmob Polda Jatim meminta bantuan Polres Jombang untuk melakukan penindakan terkait DPO MSAT yang kami duga ada di rombongan tersebut," tutur Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat, Minggu (3/7).

Komentar Warganet

      Lihat postingan ini di Instagram      

Sebuah kiriman dibagikan oleh jombanginformasi (@jombanginformasi)

Kaburnya pelaku pelecehan seksual MSAT menuai banyak kritik dari kalangan warganet. 

“Sebaiknya menyerahkan diri, jadilah contoh yang baik bagi masyarakat Jombang. Bawalah nama orang tua sebagai panutan pondok dan bawalah nama Jombang sebagai simbol Kota Santri,” tulis pemilik akun Instagram @haribudi28

“Dari dulu enggak ditangkap-tangkap,” celetuk @oriezkey.

“Kok tidak minta tolong Satlantas? Pintar menangkap, alatnya juga canggih punya tilang elektronik, pasti tepat sasaran,” komentar pemilik akun Instagram @muhammadmundir.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP