Kemeriahan Lebaran Ketupat di Trenggalek, Selalu Bikin Kangen Perantau

Momentum yang sering ditunggu-tunggu masyarakat Trenggalek di bulan Syawal selain Hari Raya Idul Fitri ialah Lebaran Ketupat. Bahkan banyak warga luar Trenggalek yang rela datang jauh-jauh demi mencicipi ketupat khas Durenan. Begini keseruannya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Kemeriahan Lebaran Ketupat di Trenggalek, Selalu Bikin Kangen Perantau
Lebaran ketupat di Durenan Trenggalek. ©2022 Merdeka.com/Dok. NU Trenggalek

Masyarakat Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur terkenal akan kebersahajaannya. Sikap bersahaja tersebut tak lepas dari kuatnya tradisi santri. Pasalnya, dulu di Kecamatan Durenan terdapat ulama legendaris yang dikenal dengan sebutan Mbah Mesir.

Ulama bernama asli Abdul Mahsir disebut-sebut sebagai pionir tradisi Lebaran Ketupat di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Dulu, ulama besar di kawasan selatan Jawa Timur itu mengajak masyarakat dan para santrinya menikmati hidangan ketupat bersama-sama untuk mengakhiri puasa sunah enam hari pada bulan Syawal.

Hingga kini, masyarakat Kecamatan Durenan masih memegang teguh tradisi Lebaran Ketupat sebagaimana yang dilakukan Mbah Mesir pada zamannya. Setelah enam hari puasa di bulan Syawal, masyarakat akan mempersilakan siapa pun untuk menikmati hidangan ketupat.

Beda Dulu dan Sekarang

Seiring perkembangan zaman, tradisi Lebaran Ketupat di Kecamatan Durenan pun mengalami perubahan. Jika dulu ketupat hanya dilengkapi dengan opor ayam dan tahu goreng yang diiris dadu berkuah santan, kini juga dilengkapi dengan rendang dan bakso.

Para tamu disilakan menikmati sajian ketupat dan aneka pelengkapnya secara gratis yang tersedia di setiap rumah warga Kecamatan Durenan. Tak heran jika pada hari ketujuh lebaran, Kecamatan Durenan begitu ramai. Petugas lalu lintas seringkali kerepotan mengatur banyaknya kendaraan yang melintas. 

Banyak orang dari luar daerah yang sengaja berkunjung ke Durenan karena ingin mencicipi sajian ketupatnya yang khas. Selain itu, mereka juga tak ingin melewatkan suasana meriah lebaran ketupat di Durenan karena tidak bisa menemukannya di daerah lain. 

Berlomba Datangkan Tamu

Sajian ketupat dihidangkan warga Kecamatan Durenan pada pagi hari yakni sekitar pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.30 WIB, seperti dilansir dari Antara. 

Kini, selain tradisi, pelaksanaan Lebaran Ketupat di Durenan juga menyangkut gengsi tuan rumah. Sebagian warga Durenan seakan berlomba-lomba mendatangkan para tamu ke rumahnya dengan berbagai cara. 

Ada yang membagikan angpao kepada anak-anak, meluncurkan balon udara, memutar musik dengan volume suara keras, bahkan ada yang mendatangkan penyanyi dengan iringan organ tunggal. 

Sebagian masyarakat juga memanfaatkan momentum Lebaran Ketupat dengan menziarahi makam Mbah Mesir di Desa Semarum, Kecamatan Durenan. 

Rekomendasi