3 Fakta W20 di Batu, Stafsus Ungkap Keistimewaan Perempuan Disabilitas di Bidang UMKM
Ketahanan UMKM di tengah guncangan perekonomian karena pandemi Covid-19 dipuji banyak pihak. Di balik kesuksesan UMKM di Indonesia ternyata banyak perempuan disabilitas yang terlibat di dalamnya. Stafsus Presiden ini mengungkapkan keistimewaan perempuan disabilitas di bidang UMKM.
Pemerintah Indonesia berupaya membangun sinergi pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bagi perempuan berkebutuhan khusus dalam perhelatan Women 20 (W20) yang digelar di Kota Batu, Jawa Timur.
Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Angkie Yudistia mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah membangun sinergi guna mendorong pemberdayaan ekonomi inklusi dengan melibatkan UMKM yang dimiliki para perempuan disabilitas.
"Ini kesempatan besar untuk mengkampanyekan kepada dunia mengenai isu ekonomi inklusi bagi pelaku UMKM yang dimiliki oleh perempuan, utamanya perempuan berkebutuhan khusus," ujar Angkie di Kota Batu, Selasa (8/3/2022) malam.
Dorongan pemberdayaan ekonomi inklusi dengan mendukung UMKM yang dimiliki perempuan disabilitas bertujuan agar para pelaku UMKM menghasilkan nilai komersial.
Angkie menjelaskan, saat ini Indonesia memiliki lebih dari 65 juta unit UMKM yang berkontribusi terhadap 61 persen perekonomian nasional. Dari jumlah tersebut, 64 persen pelaku UMKM Indonesia adalah perempuan.
"Bagi Indonesia memberdayakan UMKM berarti juga memberdayakan perempuan. Terlebih, UMKM juga menunjukkan ketangguhan cukup tinggi di tengah pandemi," ungkapnya, dikutip dari Antara.
Menurut Angkie, gerakan sinergi Indonesia inklusi menjadi hal dasar menuju kesejahteraan dan penting bagi pertumbuhan ekonomi yang stabil serta pembangunan sosial.
Gelaran W20 yang kali ini, kata dia, dinilai mampu menjadi sarana memberdayakan ekonomi perempuan di Indonesia dan dunia untuk menuju kesejahteraan kaum perempuan.
Merujuk dari laporan Indikator Kesejahteraan Rakyat Badan Pusat Statistik tahun 2020, penyandang disabilitas yang berwirausaha mencapai 75 persen dari total penyandang disabilitas usia kerja di atas 15 tahun.
"Kerangka kebijakan serta inisiatif peningkatan skala kewirausahaan penyandang disabilitas harus menjadi usaha kolektif multi stakeholders," imbuh Angkie.
Komitmen Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan inklusivitas ekonomi bagi penyandang disabilitas ditunjukkan dengan diangkatnya isu tersebut pada rangkaian ajang G20.
Pada pelaksanaan Internasional Women 20 atau W20 dalam Presidensi G20 Indonesia 2022, ada empat tema besar yang diangkat, yakni mendorong kesetaraan, keamanan, dan kesejahteraan dengan menghapus diskriminasi yang menghambat partisipasi perempuan di bidang perekonomian.
Selanjutnya, mencapai inklusi ekonomi dengan mendukung UMKM yang dimiliki dan dikelola perempuan, mengatasi kerentanan untuk meningkatkan ketahanan yang fokus pada perempuan penyandang disabilitas dan perempuan pedesaan, serta kesehatan yang adil secara gender.
Sementara itu, misi utama W20 ialah mempengaruhi komitmen tingkat tinggi terkait pemberdayaan perempuan dan kesetaraan untuk agenda perempuan di G20. Kemudian, menempatkan isu perempuan pada pusat diskusi global di jalur pemulihan ekonomi pasca-Covid 19.
Selaras dengan tema Presindensi G20, W20 akan memimpin pemberdayaan perempuan untuk membangun masa depan lebih baik yang setara dan inklusif.
Agenda W20 Indonesia sendiri akan berlangsung di sejumlah kota, yakni Likupang, Batu, Banjarmasin, dan Manokwari.