Malioboro merupakan ikon pariwisata Kota Yogyakarta. Di sana terdapat berbagai sentra perbelanjaan oleh-oleh serta spot menarik untuk menikmati kebudayaan serta kuliner Jogja.
Walau begitu, di sana pula terdapat sebuah bangunan yang menandakan Yogyakarta sebagai kota pelajar. Bangunan itu adalah Jogja Library Center.
Letaknya yang berdiri terhimpit di antara deretan pertokoan di Jalan Malioboro membuat banyak orang yang lalu-lalang tidak menyadari keberadaan perpustakaan ini. Namun ketika masuk ke bangunan ini, Lajeng, salah satu pengunjung, dibuat terpana melihat koleksinya yang menyimpan arsip-arsip surat kabar berpuluh-puluh tahun yang lalu.
“Pertama tahu adanya perpustakaan ini karena kebetulan lewat saja waktu main di Malioboro. Saya lihat ada papan nama perpustakaan, iseng masuk, eh keterusan sampai sekarang,” kata Lajeng dikutip dari Brilio.net.
Lalu apa sisi keunikan yang terdapat di Jogja Library Center ini? Berikut selengkapnya:
Advertisement
Bekas Bangunan Bersejarah
Dilansir dari Brilio.net, pada zaman penjajahan Belanda, gedung Jogja Library Center merupakan toko buku yang cukup terkenal bernama N.V Boekhandel en Drukkerij Kolff-Bunning. Tak hanya itu, bangunan itu dulunya juga merupakan gedung perusahaan percetakan dan penerbitan buku pendidikan.
Buku-buku yang pernah diterbitkan antara lain Ramawijaya (1922), Serat Pustakaraja Purwa (1939), dan beberapa buku lainnya. Sempat bertahan berpuluh-puluh tahun, akhirnya perusahaan itu ditutup.
Pemerintah Indonesia pertama kali menggunakan bangunan itu sebagai Perpustakaan Negara pada 17 Maret 1952. Kini, perpustakaan itu berada di bawah pengelolaan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta.
Advertisement
Simpan Ribuan Arsip Lawas
Nuansa tempo dulu begitu terasa saat memasuki bangunan bersejarah itu. Namun tak hanya bangunannya yang bersejarah, Jogja Library Center juga menyimpan ribuan koleksi arsip surat kabar lokal maupun nasional hingga majalah era kolonial. Lokasi langka itu ditempatkan dalam sebuah ruangan.
Selain surat kabar, bangunan dua lantai itu juga menyimpan banyak koleksi buku dan juga naskah lama seputar Jogja yang tersimpan rapi di dalam rak. Karena telah dikelompokkan berdasarkan tahun terbitnya, pengunjung dapat dengan mudah mencari arsip yang diinginkan.
Advertisement
Telah Dilakukan Digitalisasi
Walaupun bernuansa kuno, namun pengelola Jogja Library Center tetap melakukan modernisasi dengan proses digitalisasi terhadap sebagian arsip lama yang kondisi fisiknya mulai rusak. Dengan alasan itu pula, pengunjung hanya bisa membaca arsip dan koleksi lainnya di tempat dan tidak boleh meminjamnya.
Selain itu, perpustakaan ini juga dilengkapi dengan fasilitas ruang diskusi dan rapat yang cocok digunakan untuk para pelajar maupun mahasiswa. Didukung dengan suasana yang sangat tenang, pengunjung dengan leluasa bisa membaca koleksi perpustakaan.
Advertisement
Kesan Pengunjung
Lajeng, salah satu mahasiswi salah satu perguruan tinggi, merasa terbantu dengan keberadaan perpustakaan itu. Selama menjalani skripsi, ia membutuhkan arsip surat kabar yang telah terbit bertahun-tahun silam sebagai obyek penelitian.
Dia mengatakan, menemukan Jogja Library Center merupakan sebuah ketidaksengajaan. Waktu itu, ia masuk ke perpustakaan ini hanya sekedar melihat-lihat. Namun ia terpana dengan isi koleksinya yang menyimpan banyak arsip surat kabar lawas.
Dari ketidaksengajaan itulah, dia kerap mengunjungi Jogja Library Center untuk mencari arsip surat kabar yang ia butuhkan dalam penelitiannya.