Peresmian Bandara Soedirman Mundur, Ini Permintaan Bupati Purbalingga pada Presiden

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi pernah berjanji bahwa mulai 22 April 2021 Bandara Jenderal Besar Soedirman akan beroperasi. Namun hingga berita ini diturunkan di tanggal yang disebutkan, belum ada tanda-tanda bahwa bandara itu siap beroperasi.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Peresmian Bandara Soedirman Mundur, Ini Permintaan Bupati Purbalingga pada Presiden
Bandara Jenderal Soedirman. ©2021 Liputan6.com

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi pernah berjanji bahwa mulai 22 April 2021 Bandara Jenderal Besar Soedirman akan beroperasi. Namun hingga berita ini diturunkan di tanggal yang disebutkan, belum ada tanda-tanda bahwa bandara itu siap beroperasi.

Karena hal ini, Angkasa Pura II selaku operator bandara beserta pihak terkait kemudian menjadwal ulang pembukaan bandara. Akhirnya disepakatilah bandara akan dibuka pada 29 April 2021.

Namun sebenarnya tanggal inipun masih bisa bergeser. Pasalnya sang bupati menghendaki peresmian bandara itu dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo.

“Karena peletakkan batu pertama pembangunan bandara ini kan dilakukan oleh presiden, maka peresmiannya pun harapannya juga dilakukan oleh presiden,” kata Agus Winarno, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Angkasa Pura, mengutip dari Liputan6.com pada Rabu (21/4). Berikut selengkapnya:

Penyebab Molornya Jadwal Peresmian

Agus mengatakan, salah satu penyebab dari molornya jadwal peresmian karena cuaca ekstrem. Dia mengungkapkan bahwa pemadatan tanah di lokasi terminal membutuhkan waktu yang lama. Hingga akhirnya, lantai terminal seluas 28x28 meter selesai dibangun.

Selain itu, menurut Agus, hal lain yang menjadi penyebab jadwal peresmian yang molor itu adalah kendala teknis. Untuk sementara, bangunan utama bandara masih menggunakan tenda roder.

“Pemasangan tenda membutuhkan waktu kurang lebih dua hari,” kata Agus mengutip dari Liputan6.com.

Upaya Menghadirkan Presiden

Selain faktor teknis, hal lain yang menyebabkan molornya pembangunan bandara itu adalah faktor non-teknis. Salah satunya adalah kebijakan larangan mudik yang diberlakukan pemerintah pada 6-17 Mei 2021. Padahal sebenarnya, salah satu tujuan bandara ini dibuka adalah untuk menyambut arus mudik 2021.

Sementara itu, upaya menghadirkan presiden terus diupayakan dengan komunikasi yang terus dibangun antara Pemkab Purbalingga dengan kantor kepresidenan. Namun, pemkab tak kunjung memperoleh kepastian kapan presiden bisa berkunjung ke Purbalingga.

“Mungkin setelah Lebaran,” ucap Dyah Hayuning Pratiwi.

Berbagi Beban

Melansir dari Liputan6.com, PT Angkasa Pura berbagi beban dengan Pemkab Purbalingga demi mengejar target rampungnya Bandara Jenderal Soedirman. Selain terminal bandara, Pemkab juga menanggung biaya pemindahan tiang listrik, pohon, penanganan limpasan air dari bandara serta pemindahan pesawat dakota. Dari keempat hal itu, pembangunan terminal dan penanganan limpasan air bisa dikatakan belum tuntas.

Dengan penundaan jadwal peresmian ini, sejumlah pihak dipastikan kehilangan potensi pendapatan. Pendapatan yang seharusnya sudah bisa masuk sejak bandara ini dibuka, dipastikan hilang.

Rekomendasi