Lama menjadi buron, Ipung Heri Laksono, tersangka kasus penganiayaan dan pembunuhan kerabatnya sendiri pada pertengahan Maret 2022 lalu, akhirnya tertangkap.
Ipung ditangkap di Demak, Jawa Tengah, pada Senin (18/4), pukul 16.30 WIB. Setelah itu, tersangka diserahkan ke Polres Kendal untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Namun sehari berselang, Ipung dikabarkan meninggal dunia. Dilansir dari kanal YouTube Lingkar TV pada Selasa (19/4), Ipung diketahui berusaha melawan polisi saat ia digelandang guna pengumpulan proses barang bukti.
Advertisement
Sebelumnya pada Senin sore (18/4) Ipung berhasil ditangkap dan diamankan tim jajaran Polsek Wonosalam Demak. Saat ditangkap, tersangka memberontak dan melawan petugas. Namun petugas berhasil mengamankannya ke kantor Polsek Wonosalam.
Setelah menerima laporan, Reskrim Polres Kendal langsung menjemput Ipung untuk dilakukan penyelidikan. Anggota Polres Kendal melakukan pemeriksaan dengan meminta Ipung menunjukkan barang bukti yang digunakannya untuk membunuh korban.
Advertisement
Dari hasil pemeriksaan, pelaku dibawa polisi ke lokasi penyimpanan senjata tajam di Desa Kebongembong, Kecamatan Pageruyung, Kendal.
Pada saat tiba di lokasi, pelaku melakukan perlawanan dan berusaha merebut senjata dari petugas. Karena perlawanan itu, polisi terpaksa mengambil tindakan tegas yang mengakibatkan tersangka meninggal dunia pada Selasa (19/4) dini hari.
Ketika dikonfirmasi, Kapolres Kendal AKBP Yuniar Atiefianto membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, setelah peristiwa itu jenazah tersangka langsung dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk divisum.
Advertisement
AKBP Yuniar mengatakan, setelah melakukan pembunuhan terhadap seorang ibu rumah tangga, Siti Romyanah (58) dan melakukan penganiayaan terhadap anak dari sang ibu, Nala Isne Setia Aramanta (17), Ipung kerap kali berpindah lokasi persembunyian.
Disebutkan, jika keberadaan pelaku meresahkan penduduk di kampungnya karena dia lari menggunakan senjata tajam. Atas penangkapan ini, Heru, anak dari korban, mengucapkan terima kasih pada polisi karena telah berhasil menangkap pembunuh ibunya.
“Saya mewakili pihak keluarga mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada polisi karena telah berhasil menangkap pelaku karena selama ini begitu meresahkan masyarakat,” kata Heru.