Tak mau menuduh, Ahok merasa banyak mafia tanah di Jakarta

Pernyataan ini dilontarkan menyusul keluhan warga Meruya yang rumahnya diserobot oleh PT Porta Nigra.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Tak mau menuduh, Ahok merasa banyak mafia tanah di Jakarta
warga meruya lapor ke Ahok. ©2016 Merdeka.com

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menduga sindikat mafia tanah masih terus melancarkan aksinya di Ibu kota. Bahkan, Ahok sapaan akrabnya mencium anak buahnya di lingkungan Pemprov DKI juga banyak yang menjadi bagian sindikat.Pernyataan ini dilontarkan menyusul keluhan warga Meruya yang rumahnya diserobot oleh PT Porta Nigra. Dugaan Ahok bukan tanpa dasar, pasalnya kasus ini pernah terjadi saat pihaknya kalah gugatan atas bekas kantor Wali kota Jakarta Barat dengan Yayasan Sawerigading.Padahal Yayasan Sawerigading ini hanya mengandalkan sertifikat verponding. Dan Pemprov DKI memiliki sertifikat atas lahan lengkap dengan hak guna bangunannya."Kita tidak bisa menuduh ada mafia tanah, tapi bisa rasakan di Jakarta banyak mafia tanah," kata Ahok di Balai kota, Jakarta, Senin (9/5).Atas kekalahan ini, Ahok pun menduga mafia tanahlah yang bermain di sana. Mereka, katanya, membantu mengurus lahan peninggalan Belanda ini agar peruntukan dan sertifikasinya diperbarui."Tapi bagaimana bisa tanah-tanah verponding, makanya ada sindikat calo tanah verponding ini untuk mengurus lagi. Orang sudah barang mati kok," cetus Ahok.

Rekomendasi