Presiden Joko Widodo telah menunjukkan keseriusannya dalam terhadap rencana pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dia bahkan telah mengajak sejumlah kepala daerah turut andil dalam memulai pembangunan dengan membawa tanah dan air dari wilayah mereka.
Jakarta yang dulunya Ibu Kota Negara akan berubah menjadi kota bisnis. Lalu bagaimana konsep dan rencana yang akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mewujudkannya?
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono mengatakan ada enam isu strategis yang disiapkan Pemprov DKI untuk merealisasikan proyeksi kota pusat bisnis berskala global.
"Ada beberapa isu strategis yang menjadi perhatian kami dalam rangka penyiapan pondasi tersebut," katanya kepada merdeka.com, Rabu (15/3).
Dia menjelaskan, enam isu strategis tersebut untuk menopang Jakarta sebagai pusat bisnis. Sebab, berdasarkan kajian Pemprov DKI, unsur-unsur utama kota global adalah mobilitas penduduk berbasiskan kendaraan umum dan ramah lingkungan, peningkatan kualitas fasilitas kesehatan dan pendidikan, serta memiliki daya saing produktivitas sehingga dapat menarik talen-talen global.
Advertisement
Nasruddin merujuk pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Titik Nol Kilometer IKN pada Senin (14/3), bahwa Pemprov DKI melihat momentum pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur ini adalah sebagai peluang untuk semakin mempercepat pembangunan sebagai salah satu kota global dunia.
"Kami akan mempersiapkan pondasi untuk Jakarta menjadi kota perekonomian global, bukan hanya pusat ekonomi Indonesia tapi pusat ekonomi di skala global," ujarnya.
Adapun enam isu tersebut adalah:
1. Ketahanan terhadap bencana;
2. Pemerintahan dinamis dan transformasi pelayanan publik;
3. Ketahanan ekonomi inklusif;
4. Kota berkelanjutan berbasis digital dan komunitas;
5. Manusia Jakarta yang sehat, berdaya saing dan setara;
6. Pemerataan pembangunan.
Advertisement
Wajib Diikuti Peningkatan Kualitas Pelayanan
Pakar Tata Kota Nirwono Joga mengatakan, tanpa embel-embel sebagai pusat kota bisnis, Jakarta sebenarnya telah dikenal sebagai kota perekonomian tingkat Asia.
Namun, Jakarta tetap dituntut terus meningkatkan pelayanan transportasi publik. Sebab menurutnya, transportasi publik merupakan poin penting jika Jakarta menjadi kota pusat ekonomi global.
"Jakarta perlu meningkatkan pelayanannya sebagai pusat kota bisnis dunia seperti pembangunan infrastruktur kota modern, sistem transportasi massal yang handal," kata Nirwono.
Menjadi kota pusat bisnis juga tidak otomatis mengesampingkan penyelesaian masalah kota seperti banjir, masalah penurunan air muka tanah, pemukiman kumuh Jakarta.
Hal terpenting yang juga perlu diperhatikan menurut Nirwono adalah upah bagi para pekerja di pusat kota bisnis.
"Upah minimum yang mampu bersaing dengan negara tetangga," imbuhnya.