Sesumbar Ahok siapkan tank sampai Brimob lawan preman Kalijodo
Merdeka.com - Riki, seorang pengemudi Fortuner menabrak empat orang hingga tewas di Jl Daan Mogot, Jakarta Barat, pada Senin (8/2) lalu. Riki mengemudi ugal-ugalan karena di bawah pengaruh alkohol.
Dalam pemeriksaan yang berjalan, Riki mengakui sebelum peristiwa itu terjadi dirinya baru saja menenggak 10 botol minuman keras hingga membuatnya mabuk. Minuman keras itu digenggamnya saat menghabiskan malam panjang di lokalisasi Kalijodo.
Pascaperistiwa itu, Pemprov DKI Jakarta berpikir ulang untuk menertibkan lapak esek-esek yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Dengan harapan tak ada lagi kejadian serupa.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menyebut hunian liar di Kalijodo lebih banyak mudaratnya dibandingkan manfaatnya.
"Makanya saya bilang Kalijodo harus segera sosialisasi, (kemudian) kita bersihkan semua. Enggak ada toleransi. Lebih banyak mudarat daripada manfaat itu," kata Ahok beberapa waktu lalu.
Mantan Bupati Belitung itu tak main-main dengan rencananya itu. Dalam waktu dekat dia akan berkoordinasi dengan pihak keamanan agar suasana penertiban nantinya tak berujung anarkis.
"Kita lagi ukur-ukur kekuatan dulu. Serius dong, kamu kira kamu bercanda. Kalau dibubarin bingung nanti dia, yang penting jangan dikasih lokasi. Kita ada aparat makanya kita mau minta kesediaan polisi dan tentara," tegasnya.
Sebenarnya, lanjut Ahok, penertiban Kalijodo sudah lama direncanakannya. Namun terkendala sejumlah proyek yang harus diprioritaskan.
Namun pascakejadian Fortuner maut, dia berpikir tak ada alasan menunda pembongkaran lokalisasi tersebut.
"Kita udah mau lakuin, cuma kita pikir belum siap konsentrasi Waduk Pluit. Kalau Waduk Pluit sudah selesai kita mau gusur, tapi pas kita baca berita fortuner segala macam. Wah ini lebih baik kita bongkar sajalah," klaimnya.
Penertiban ditolak penghuni Kalijodo. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya