Pemprov DKI Jakarta akhirnya memindahkan rencana Salat Tarawih Akbar dari Monas ke Masjid Istiqlal. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, pemindahan itu pasti memiliki hikmah.
"Mengikuti saran ulama dan kita akan koordinasi memindahkan tarawih tanggal 26 tetap berlanjut, InsyaAllah dilakukan di Masjid Istiqlal. Alhamdulillah dengan begitu nanti kita bisa berkoordinasi dan ini hikmah," katanya di Balai Kota Jakarta, Selasa (22/5).
Sandiaga berharap Salat Tarawih Akbar bisa meningkatkan semangat atau giroh umat Islam untuk meramaikan masjid.
"Alhamdulillah di setiap kejadian itu ada hikmah dan kita harapkan nanti lebih meningkatkan giroh masyarakat untuk lakukan Salat Tarawih dan kita harus menerangi masjid, khususnya di akhir hari hari bukan Ramadan," imbuhnya.
Pemprov DKI sudah menyiapkan 30 ribu nasi kotak untuk berbuka puasa yang dilanjutkan Salat Tarawih Akbar 26 Mei mendatang.
"Kita sudah siapkan sekitar 30 ribu lebih kotak makanan untuk para jemaah itu mungkin bisa juga dibagi di jemaah di Istiqlal," katanya
Terkait imam Salat Tarawih Akbar besok, Sandi mengaku belum mengetahui apakah masuk dari 200 penceramah yang direkomendasikan Kemenag atau tidak. Namun, dia memastikan pihaknya tidak akan membuat kontroversi baru.
"Nah. Itu perlu dipastikan karena kita tidak mau membuat kontroversi baru. Tapi kemarin saya ceramah di ZIS Indosat saya enggak masuk itu, gimana? Perlu ya?" tandasnya.
Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com