Hujan yang mengguyur wilayah Jakarta sejak sore tadi mengakibatkan ambruknya tembok yang mengelilingi PT Khong Guan Biscuit dan PT Frisian Flag Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur. Tembok sepanjang lebih dari 10 meter dan tinggi sekitar empat meter ini ambruk sehingga menutupi saluran air.
Selanjutnya limpahan air tersebut meluap dan menggenangi puluhan rumah di Gang Rukem RW 08, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Sekitar 30-an rumah di RT 4,5,6,9, dan 10 terendam air hingga setinggi sekitar empat meter.
"Rumah saya sampai tidak terlihat atapnya," kata Neneng (64) di lokasi, warga RT 10 RW 08.
Menurut Neneng, tembok tersebut ambruk sekitar pukul 15.00 WIB di saat hujan masih mengguyur.
"Selama 37 tahun banjir memang selalu menghampiri rumah, tapi baru kali ini banjir demikian parah. Palingan selutut doang biasanya. Habis rumah saya, baju aja terpaksa minjem ke tetangga," keluh Neneng.
Selanjutnya, pada pukul 17.00 WIB, Neneng bersama beberapa warga lainnya mendatangi pihak Khong Guan. Hal ini untuk meminta pertanggungjawaban akibat ambruknya tembok itu yang mengakibatkan puluhan rumah terendam.
"Katanya mau diberesin temboknya, tapi sampai sekarang ngga ada tindak lanjutnya lagi. Kalau tembok itu nggak roboh, nggak mungkin sampai begini banjirnya," ketusnya.
Sedangkan Ketua RT 10, Samsudin Suardi membeberkan bahwa di wilayahnya terdapat 12 KK atau 43 jiwa yang rumahnya terendam. Samsudin menyesalkan karena saluran pembuangan air yang ada di dalam kawasan Khong Guan hanya ada satu. Dan itu pun hanya berdiameter 30 cm.
Samsudin menegaskan akibat ambruknya tembok ini memang tidak ada korban jiwa. Tetapi warga yang rumahnya terendam sudah tentu mengalami kerugian yang tidak sedikit.
"Tadi saya sudah cek ke dalam kawasan Khong Guan, ternyata terus menurun jadinya air kenceng banget, dan sudah sampai selutut," tandasnya.