Ogah tiru Ahok, Plt Gubernur DKI pilih salurkan bantuan pakai sistem
Merdeka.com - Baru beberapa minggu menjabat, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono sudah mendapatkan banyak pengaduan dari warga. Pria yang akrab disapa Soni mengaku akan mulai membatasi diri ketika menerima aduan warga.
Sumarsono menyatakan tidak akan mengikuti jejak Gubernur non-aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang mau secara pribadi membantu warga yang punya masalah ekonomi.
Sumarsono menjelaskan dia adalah birokrat, bukan politisi yang harus cari muka kepada warga.
"Kalau saya ini kan birokrat sedangkan Pak Ahok adalah politisi, jadi kan beda treatment-nya ke masyarakat. Kalau saya profesional saja, ngasih bantuan sesuai dengan koridor sebagai pemerintah daerah," kata Sumarsono di Balai Kota, Selasa (15/11).
Ketika Ahok masih aktif menjabat sebagai Gubernur DKI, banyak warga yang datang mengadu meminta bantuan masalah keuangan mulai dari bayar kos, bayar SPP, pengobatan, bahkan tiket untuk pulang kampung. Dan biasanya Ahok memberikan bantuan dari dana operasional.
Sumarsono menjelaskan jika memang ada warga yang perlu dibantu financialnya harus dilakukan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
"Saya lebih suka kalau bantuan itu dilakukan dalam sistem SKPD tidak langsung diberikan oleh saya. Jika segala permasalahan bisa diselesaikan oleh SKPD, maka warga tidak perlu jauh-jauh datang langsung ke Balai Kota untuk curhat," tuturnya.
Sumarsono menyatakan Pemprov DKI bukan tidak mau menangani semua keluhan warganya, kalau ada yang perlu diberikan bantuan maka akan dilakukan sesuai sistem. Misalnya jika ada warga yang rumahnya terancam roboh, maka bantuan akan diberikan secara selektif. Cara ini dinilai akan lebih mendidik masyarakat yang meminta bantuan.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya