Kulit kabel di gorong-gorong, Ahok sebut wajar disebut sabotase

"Aku enggak tahu (sabotase), nanti aku ngomong sabotase lebay lagi. Dulu temuan berapa puluh truk kabel saya juga kena. Susahlah," kata Ahok.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Kulit kabel di gorong-gorong, Ahok sebut wajar disebut sabotase
penemuan kabel di selokan gatot subroto. ©2017 merdeka.com/fikri faqih

Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama tidak ingin berspekulasi dengan banyaknya kulit kabel di gorong-gorong yang ditemukan di Jakarta Selatan. Penemuan ini bukan kali pertama terjadi di ibu kota, sebelumnya kulit kabel sempat menyumbat gorong-gorong di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, tidak bisa menganggap temuan tersebut sebagai upaya sabotase yang dilakukan oleh oknum tertentu. Sekalipun Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono sempat menduga perusakan tersebut dilakukan dengan sengaja."Aku enggak tahu (sabotase), nanti aku ngomong sabotase lebay lagi. Dulu temuan berapa puluh truk kabel saya juga kena. Susahlah," katanya di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (10/3).Namun, mantan Bupati Belitung Timur ini tidak mempermasalahkan dugaan dari Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri itu. Karena memang ada kejanggalan dengan temuan yang akhirnya merugikan banyak orang."Faktanya gini aja. Kalau hujan terus enggak pernah banjir lagi, terus tiba-tiba banjir karena ada gorong-gorong tersumbat, terus tersumbatnya bukan lumpur. Ada bongkahan semen, batu-batu cor, pondasi, wajar orang menebak seperti itu (sabotase)," tutupnya.Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih terus menyelidiki kasus ditemukannya kabel kulit di gorong-gorong. Jika memang terdapat di beberapa lokasi, maka pihaknya menilai hal tersebut adanya unsur sabotase."Saya sudah perintahkan Kadis Tata Air (sekarang Dinas Bina Marga) supaya dicek. Termasuk Dinas Kebersihan. Cek seluruh gorong-gorong," kata Sumarsono, Plt Gubernur DKI Jakarta, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (7/3)."Apakah ditemukan di tempat lain atau tidak. Kalau ditemukan di banyak tempat, itu tentu berbeda. Berarti ada unsur sabotase," katanya.Kalau cuma satu tempat, kata dia, pihaknya tidak bisa menyimpulkan semudah itu. "Apapun ada maksud niat jahat orang buang kabel di gorong-gorong dengan maksud supaya terjadi genangan air sangat membayangkan," terangnya.Pihaknya pun akan membawa masalah tersebut pada rapat pimpinan atau rapim agar jika memang ada unsur kesengajaan bisa dilakukan tindakan dengan melapor ke pihak kepolisian karena termasuk tindakan pidana."Gorong-gorong kan ribuan kilometer. Tenaga PPSU belum mendukung. Nggak mungkin semua harus dijenguk. Paling gampang, yang indikatif saja," kata dia.

Rekomendasi