Kalau nanti gantikan Jokowi jadi gubernur, Ahok ogah blusukan

"Kalau aku sih enggak mau blusukan, ngapain blusukan seharian. Sistem udah kebangun dari Pak Jokowi," kata Ahok.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Kalau nanti gantikan Jokowi jadi gubernur, Ahok ogah blusukan
Jokowi dan Ahok blusukan bareng. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku ogah blusukan apabila diangkat menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Joko Widodo yang diperkirakan bakal maju sebagai calon presiden.Seperti diketahui, Jokowi mengajak Ahok blusukan pada Kamis (27/2) kemarin. Dalam blusukan tersebut, Jokowi mengenalkan cara blusukannya ke Ahok sambil mengetahui seluk beluk Jakarta."Saya pikir gak perlu blusukan lagi, itu sama pak Jokowi udah lengkap, udah 1 tahun lebih. Kalau aku sih enggak mau blusukan, ngapain blusukan seharian. Sistem udah kebangun dari Pak Jokowi. Udah tau kan. Udah kasih tau. Pak Jokowi juga enggak akan blusukan lagi," ujar Ahok di Balai Kota, Jumat (28/2).Menurut Ahok, apabila sistemnya sudah terbangun maka kontrol hanya dilakukan di ruang kerja tanpa perlu blusukan seperti mengontrol normalisasi waduk dan sungai serta pembersihan sampah-sampah di sungai ataupun di jalan."Kalau sistemnya udah kebangun. Alat berat saya udah bisa kontrol, alat beratnya mana, kerja berapa jam. Kurang ajar kan. Alat berat lima hari tidak kerja. Sampah numpuk di mana-mana. Eskavator di mana. Nah, kita mau bangun sistem. Ini akan mengontrol orang kerja," jelas Ahok.Mantan Bupati Belitung Timur ini membantah apabila blusukannya tersebut guna mengenalkan Jakarta lebih dalam dari Jokowi. Lantaran, Jokowi akan maju sebagai calon presiden pada pilpres mendatang."Nggak Kita satu paket koq. Kalau serah terima blusukan itu rugi. Ngapain serah terima blusukan. Mending serah terima kursi (gubernur) dong. Tadi pak gubernur ajak saya supaya persepsinya sama. Karena kita kan sudah satu tahun lebih. Supaya persepsinya sama," ujarnya.

Rekomendasi