Gubernur DKI Anies Baswedan menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong penuntasan vaksinasi untuk warganya. Hal ini merespon riset yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) (UI) yang mengungkapkan bahwa separuh penduduk di DKI Jakarta pernah terpapar Covid-19.
"Ke depan kita akan dorong lebih jauh supaya kegiatan vaksinasi bisa tuntas," kata dia, Sabtu (10/7).
Dia menegaskan, tidak ada pilihan lain bagi Jakarta selain memastikan bahwa penduduknya memiliki kekebalan. Mengingat tingginya mobilitas di wilayah Jakarta.
"Tidak ada pilihan bagi Jakarta kecuali memastikan penduduknya punya kekebalan. Artinya telah tervaksinasi yang bisa atasi semua varian," tegas dia.
Mantan Mendikbud ini menjelaskan bahwa hingga saat ini sebanyak 5,4 penduduk DKI sudah divaksin. Jumlah ini sudah jauh lebih banyak dibanding ketika riset oleh FKM UI dilakukan.
"Kita sudah vaksin 5,4 juta. Pada saat studi ini dilakukan pada 31 maret itu baru 1,2 juta dosis. artinya baru 11,4 persen yang pada saat survei dilakukan sudah mendapat vaksinasi," terang dia.
"Saat ini kita sudah ketemu angka yang jauh lebih tinggi. Tapi kita kemudian tidak ada pilihan lain kecuali meneruskan dan menuntaskan program vaksinasi," ujar dia.
Berdasarkan hasil survei FKM UI, terdapat 44,5 persen penduduk DKI Jakarta yang pernah terpapar Covid-19 sampai 31 Maret 2021. Adapun total penduduk DKI Jakarta sebanyak 10.600.000. Dengan demikian, ada 4.717.000 orang yang pernah terinfeksi Covid-19.
"Menurut ekstrapolasi yang dilakukan ketika di bulan maret itu ditemukan 44,5 persen pernah terinfeksi per bulan Maret dan diekstrapolasi per juni 49,2 persen, artinya separuh dari penduduk di Jakarta sudah memiliki exposure dan mudah-mudahan kekebalan di dalam urusan SARS-Cov-2 yang menyebabkan Covid-19," ungkap dia.