Demi kesehatan, Ahok larang pedagang hewan kurban jualan di trotoar
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan melarang penjualan sekaligus pemotongan hewan kurban yang digelar di atas trotoar. Dia beralasan, larangan ini dilakukan karena bisa berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
"Itu dulu kenapa diizinkan potong hewan kurban semua di jalan? Dulu ilmu kesehatan belum tahu penyakit-penyakit berbahaya. Contoh kita enggak ngerti kenapa anak kecil habis main di tanah kok tiba-tiba pulang kena penyakit terus meninggal, sekarang kita teliti baru ngerti itu karena kena darah hewan, dia (hewan) punya spora itu baru bisa mati sekian bulan, jadi orang meninggal," kata Ahok sapaan akrab Basuki di Jakarta, Selasa (7/9).
Untuk mendukung pelarangan tersebut, Ahok membandingkan dengan aturan pemotongan hewan kurban yang berlangsung di negara-negara Islam, terutama Arab Saudi. Dia meyakini, negara yang menjadi tempat tujuan umat Islam melaksanakan rukun Islam kelima itu tak pemotongan dilakukan di jalanan.
"Lalu orang menghubungkan ini kan sudah tradisi di Islam, saya bukan anti-Islamnya. Saya mau tanya di Arab Saudi, tempat Nabi Muhammad lahir, tempat kita sampai rela keluar visa untuk naik haji melakukan rukun Islam kelima, itu potong hewannya masih sembarangan enggak? Kasih tahu saya di negara Islam, Arab Saudi yang Mekkah, ada enggak pemotongan hewan sembarangan di pinggir jalan dan darahnya dicurahkan ke tanah? Nggak ada!" tegas Ahok.
Ahok menilai para pedagang hewan kurban berjualan hanya bermodal dalih agama tanpa memperhatikan kesehatan. Apalagi, mereka mencaplok trotoar untuk berdagang dan mengorbankan kesehatan umat.
Untuk mengantisipasi hal itu, Ahok mengaku telah menginstruksikan bawahannya untuk menyiapkan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) sebagai lokasi pemotongan resmi. Seluruh pedagang yang akan menjual hewan kurban juga di tempat-tempat yang sesuai dengan peruntukannya.
"Kita ada tempat pemotongan hewan. Penjualnya juga sudah kita fokusin kok di lapangan mana, kita sudah mulai atur. Makanya kita dorong pemotongannya mesti di RPH karena darahnya enggak boleh sembarang dicurahkan ke tanah. Itu yang kita minta. Tapi kan orang plesetin karena saya kebetulan non muslim gampang, seolah-olah Ahok anti-Islam, enggak kasih jual qurban, enggak kasih izin motong hewan qurban. Saya saja nyumbang hewan kurban kok," tutupnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya