Angkot di Terminal Lebak Bulus naikkan tarif angkutan Rp 1.000

Para sopir angkot mengaku tak mendapatkan undangan untuk melakukan mogok massal.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Angkot di Terminal Lebak Bulus naikkan tarif angkutan Rp 1.000
Terminal Lebak Bulus. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Angkutan umum di DKI Jakarta dikabarkan akan mogok massal hari ini. Namun, angkutan umum yang biasa beroperasi di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan tidak melakukan mogok dan mengaku tidak mendapatkan undangan untuk melakukan mogok massal. Hal ini diutarakan oleh Sugiono, sopir angkutan umum jurusan Pamulang-Lebak Bulus. Ia mengaku memang mendengar kabar akan terjadinya mogok massal, tapi ia tidak mendapatkan undangan untuk ikut dalam aksi protes naiknya BBM itu. "Emang denger kabar sih bakal ada mogok massal, tapi undangan untuk mogok enggak ada," kata Sugiono saat ditemui merdeka.com di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (19/11). Sugiono menambahkan, dirinya telah menaikkan tarif angkutannya sebesar Rp 1.000 sejak BBM telah resmi naik. "Kita naikin sendiri aja dulu, memang belum ada perintah dari Dishub. Tapi ini buat tambahan kita," tambahnya. Berbeda halnya dengan angkutan bus antar daerah di terminal tersebut. Para sopir bus menunggu terlebih dahulu instruksi dari atasannya untuk menaikkan tarif angkutan. "Kalau kami nunggu perintah, enggak berani kalo mau naikin sendiri. Kalau angkot memang boleh naikin sendiri," kata Muslim, supir bus trayek Lebak Bulus-Bekasi. Sebelumnya, Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan, menuturkan pihaknya akan mengikuti instruksi Dewan Pimpinan Pusat Organda untuk mogok massal hari ini (19/11). Menurutnya, semua angkutan di bawah Organda DKI akan melakukan mogok operasional.

Rekomendasi