Ahok: Kalau banyak minta fogging berarti lurahnya kurang gencar

Januari 2016 penderita DBD di Jakarta Timur mencapai 157 kasus.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ahok: Kalau banyak minta fogging berarti lurahnya kurang gencar
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. ©2016 merdeka.com/istimewa

Memasuki musim penghujan seperti saat ini, warga DKI dihadapkan pada dua masalah yang kerap terjadi, yakni bahaya banjir dan serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Serangan DBD yang disebabkan nyamuk Aedes Aigeptyyang menularkan virus demam berdarah (DBD) ini nampaknya perlu diperhatikan.

Salah satunya seperti yang terjadi di Jakarta Timur. Hingga periode Januari 2016 penderita DBD mencapai 157 kasus. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibanding di periode yang sama pada tahun lalu, yakni 76 kasus.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan telah mendapat laporan peningkatan angka penderita demam berdarah di Jakarta Timur. Ahok mengaku telah meminta kepada walikota, camat hingga lurah untuk turun ke wilayahnya masing-masing untuk mengecek peningkatan jentik nyamuk penyebab DBD tersebut.

"Makanya saya suruh cek sekarang, semua wali kota, camat, lurah, anda harus berani ketuk pintu. DBD ini kan jentik nyamuknya bukan di tempat kotor tapi di tempat bersih, hampir di semua yang kena itu daerah menengah ke atas," ujar Ahok di RPTRA Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/2).

Yang harus di cek selain pertumbuhan jentik, adalah penggunaan fogging atau pengasapan untuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Menurutnya, obat fogging yang digunakan sudah tidak sesuai dengan daya tahan nyamuk. Bahkan, Ahok menduga, nyamuk penyebar DBD sudah kebal dengan obat yang disebarkan.

"Apakah foggingnya obatnya tidak sesuai atau mutan, ini karena dulu campurannya terlalu sering makanya mesti dicek," terangnya.

Lebih lanjut, kata Ahok, dia juga terus memantau permintaan fogging melalui qlue. Karena permintaan fogging telah dimasukkan dalam smart city. Mantan politisi Gerindra ini menyebut bila banyak permintaan fogging, maka pejabat di daerah tersebut kurang melakukan tindakan preventif.

"Kalau banyak minta fogging berarti kemungkinan lurahnya kurang gencar. Maka kita harus tekan wali kota, kalau perlu gedor rumah orang, tapi kalau orang itu enggak mau buka karena khawatir minimal beri surat pemberitahuan suruh dia periksa di rumahnya ada tidak (jentik nyamuk)," pungkasnya.

Rekomendasi